Anak 13 Tahun Meninggal Akibat PJU, Dishub Tangsel Belasungkawa: Janji Lakukan Pemeliharaan Berkala

0

TintaOtentik.Co – Seorang siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) berusia 13 tahun diduga meninggal dunia akibat tersetrum tiang Penerangan Jalan Umum (PJU) program Tangsel Terang di Kampung Koceak, RT 002 RW 01, Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan, Rabu sore (06/05/2026).

Peristiwa nahas tersebut terjadi saat korban bersama teman-temannya sedang bermain layang-layang di sekitar lokasi kejadian. Layangan yang dimainkan korban diketahui tersangkut di tiang PJU.

Saat korban mencoba memanjat tiang tersebut, diduga terdapat arus listrik bocor yang kemudian menyetrum tubuh korban.

Purwa Ningsih, tante korban, menjelaskan bahwa teman-teman korban sempat berusaha memberikan pertolongan. Namun, karena adanya aliran listrik pada tiang tersebut, mereka terpaksa melepaskan pegangan karena khawatir ikut tersetrum.

“Korban saat itu sedang bermain layangan bersama teman-temannya. Layangannya nyangkut di tiang PJU, lalu korban mencoba memanjat. Ternyata ada setrum di tiang tersebut,” ujar Purwa Ningsih.

Korban kemudian sempat dilarikan pihak keluarga ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan medis. Namun sayang, nyawa korban tidak berhasil diselamatkan.

Pihak keluarga berharap kejadian serupa tidak kembali terulang dan meminta instansi terkait lebih meningkatkan pengawasan serta pengecekan terhadap fasilitas umum, khususnya instalasi listrik pada tiang penerangan jalan.

Sementara itu, Kepala Bidang PJU Kota Tangerang Selatan, Eka Andryana Arifin, menyampaikan belasungkawa mendalam atas musibah tersebut.

“Pertama-tama kami menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas musibah yang menimpa ananda Rashka Dirly Putra. Kami sangat menyesalkan kejadian ini dan doa kami menyertai keluarga yang ditinggalkan agar diberikan ketabahan,” ujarnya.

Eka mengatakan, tim teknis langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemutusan aliran listrik serta perbaikan pada titik PJU tersebut guna memastikan keamanan warga sekitar.

“Kami pastikan area tersebut saat ini sudah dalam kondisi aman dari risiko arus bocor,” katanya.

Ia menambahkan, pihaknya masih melakukan investigasi untuk mencari penyebab pasti munculnya arus bocor pada tiang PJU tersebut, apakah dipicu faktor cuaca ekstrem, usia kabel, atau kerusakan teknis lainnya.

Selain itu, pihak Dinas terkait juga telah mendatangi rumah keluarga korban sebagai bentuk tanggung jawab moral dan empati atas kejadian tersebut.

Menurut Eka, Program Tangsel Terang yang dijalankan sejak tahun 2022 bertujuan memberikan kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat, khususnya pada malam hari. Namun, peristiwa ini menjadi evaluasi serius agar aspek keselamatan menjadi prioritas utama.

“Jika sebelumnya fokus kami adalah percepatan pembangunan PJU, maka ke depan fokus kami juga pada pemeliharaan dan pengecekan berkala. Kami akan menyusun jadwal rutin untuk memastikan seluruh infrastruktur Tangsel Terang tetap laik fungsi dan aman dari kebocoran arus listrik,” jelasnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam pengawasan fasilitas umum dengan segera melaporkan jika menemukan tiang PJU miring, kabel terkelupas, atau kondisi lain yang berpotensi membahayakan.

“Tidak ada pembangunan yang lebih berharga daripada nyawa manusia. Kehilangan ini adalah luka bagi kita semua di Tangerang Selatan. Kami berkomitmen memastikan program Tangsel Terang tidak hanya memberi penerangan, tetapi juga rasa aman bagi masyarakat,” tutupnya.

Laporan: irfan

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version