Instruksi Jaksa Agung: Jaksa Daerah Harus Berani Sikat Korupsi Kakap

0

TintaOtentik.co – Jaksa Agung Republik Indonesia, ST Burhanuddin, memberikan mandat khusus kepada seluruh jajaran Korps Adhyaksa di tingkat daerah untuk meningkatkan nyali dalam membongkar praktik korupsi berskala besar.

Hal tersebut ditegaskan Burhanuddin saat melakukan kunjungan kerja di wilayah hukum Kejaksaan Tinggi Papua, Selasa (31/3/2026).

Jaksa Agung mengingatkan agar ritme dan intensitas pemberantasan korupsi di daerah harus sejalan dengan progresivitas yang dilakukan di tingkat pusat.

Ia menekankan agar para jaksa di daerah mulai mengalihkan fokus dari perkara-perkara kecil menuju kasus-kasus yang memiliki dampak kerugian negara signifikan.

“Pemberantasan korupsi di daerah tidak boleh kalah gencar dengan pusat dan tidak boleh hanya terfokus pada dana desa, melainkan juga harus berani menindak kasus dengan kerugian negara yang besar,” tegas Burhanuddin melalui keterangan resminya, Rabu (1/4/2026).

Dalam arahannya, Burhanuddin memberikan apresiasi kepada satuan kerja (satker) yang aktif melakukan penyidikan pidana khusus, namun ia tidak segan memberikan teguran keras bagi unit kerja yang dinilai pasif atau “jalan di tempat” dalam mengungkap kasus korupsi di wilayahnya.

Secara spesifik untuk wilayah Papua, Jaksa Agung menyoroti beberapa perkara besar yang tengah menjadi perhatian, di antaranya adalah dugaan korupsi dana penyelenggaraan PON XX Papua serta proyek pembangunan fasilitas Aerosport di Mimika.

Ia menitikberatkan pada aspek pemulihan kerugian keuangan negara yang harus berjalan maksimal.

“Mengingat masih terdapat tunggakan uang pengganti sebesar Rp 97,14 miliar di wilayah Papua,” ungkapnya merujuk pada jumlah dana yang harus segera ditindaklanjuti untuk dikembalikan ke kas negara.

Selain sektor pidana khusus, Burhanuddin juga memberikan atensi pada bidang intelijen terkait pengawalan 38 Proyek Strategis Nasional (PSN) di Papua yang nilainya mencapai kurang lebih Rp3,7 triliun.

Di sektor pidana umum, profesionalisme penanganan perkara yang menarik perhatian publik, seperti kasus penembakan pesawat Smart Air oleh kelompok kriminal bersenjata di Merauke, menjadi poin krusial yang ia garis bawahi.

Sebagai penutup, Jaksa Agung mengingatkan seluruh jajarannya untuk tetap menjaga integritas dan profesionalisme tinggi.

Ia mewaspadai adanya potensi perlawanan balik dari para koruptor atau corruptors fight back yang kerap mencoba melemahkan penegakan hukum melalui berbagai cara.

Oleh karena itu, transparansi dan akuntabilitas dalam setiap penanganan perkara menjadi harga mati bagi setiap jaksa di lapangan.

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version