Jakarta Aman Bukan Berarti Membungkam Aspirasi

0

Artikel Ini Ditulis Oleh Sopian Hadi Permana

Narasi “Jakarta aman, nyaman dan kondusif” tentu merupakan harapan kita semua. Tetapi jangan sampai narasi tentang keamanan justru digunakan untuk membangun kesan seolah-olah demonstrasi, kritik, dan penyampaian aspirasi masyarakat adalah sumber kekacauan Jakarta.

Kalau memang ingin Jakarta aman dan damai, pertanyaannya sederhana: kenapa tidak akar persoalannya yang dibenahi? Kalau mau Jakarta aman dan damai, kalian yang punya kewenangan harus benar-benar mengurus negara ini dengan baik. Jangan ugal-ugalan dalam membuat kebijakan, jangan mengabaikan suara rakyat, dan jangan alergi terhadap kritik.

Demonstrasi tidak muncul dari ruang kosong. Ada aspirasi, ada keresahan, ada kebijakan yang dipersoalkan, ada ketidakadilan yang dirasakan, dan ada suara masyarakat yang merasa tidak didengar.

Kalau tidak mau demonstrasi di Jakarta berujung chaos, dengarkan aspirasinya. Terima kritiknya. Evaluasi kebijakannya. Tindak lanjuti tuntutannya. Dan perbaiki apa yang memang harus diperbaiki.
Jangan hanya meminta masyarakat untuk tenang, sementara pemerintah dan para pemegang kekuasaan justru tidak pernah mau mendengar.

Dan satu hal yang juga harus menjadi perhatian: aksi demonstrasi adalah hak konstitusional warga negara. Karena itu, pengamanan seharusnya dilakukan untuk memastikan aksi berlangsung aman, bukan dengan pendekatan yang represif. Jangan sampai tindakan yang berlebihan justru memperbesar ketegangan di lapangan.

Jika ada pihak yang menyusup, memprovokasi, atau melakukan tindakan anarkis, tentu harus ditindak berdasarkan hukum dan bukti yang jelas. Jangan pula seluruh massa aksi digeneralisasi sebagai pembuat kerusuhan hanya karena ulah segelintir orang. Jakarta akan benar-benar aman bukan ketika kritik berhenti terdengar.

Jakarta akan aman ketika pemerintah mampu mendengar rakyatnya, menghormati hak menyampaikan pendapat, merespons kritik dengan kebijakan yang benar, dan memastikan aparat bertindak profesional serta tidak represif.

Jadi, jangan balik-balik narasinya. Bukan demonstrasinya yang harus selalu disalahkan. Bukan kritiknya yang harus dibungkam. Bukan rakyatnya yang terus diminta mengerti. Yang punya kekuasaan juga harus mau mengerti.

Kalau ingin Jakarta aman, damai dan kondusif, maka ciptakan kebijakan yang adil, dengarkan aspirasi rakyat, jangan ugal-ugalan dalam mengurus negara, dan jangan menghadapi kritik dengan kekerasan.

KARENA DEMOKRASI BUKAN TENTANG SEPI DARI PROTES, TETAPI TENTANG KEKUASAAN YANG MAU MENDENGARKAN RAKYAT.

[***]

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version