Pemkot Tangsel Edarkan SE PJJ 1 Hari TK-SDN-SMPN Sikapi Erupsi Anak Krakatau

0

TintaOtentik.Co – Pemerintah Kota Tangerang Selatan memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) untuk seluruh sekolah di wilayahnya pada Senin, 7 September 2026, sebagai dampak erupsi Gunung Anak Krakatau yang berlangsung sejak Jumat, 4 September 2026 malam.

Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor: 400.3.1/5613/Dikbud/2026 Tentang pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) sebagai langkah kesiapsiagaan dampak erupsi gunung anak krakatau di lingkungan satuan pendidikan Kota Tangsel.

Langkah ini diambil menyusul aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda yang mengalami erupsi dan berstatus Level III (Siaga) per Minggu (6/9/2026).

Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie mengungkapkan keputusan PJJ satu hari diambil setelah melalui rapat terbatas tingkat kota.

Lanjut Benyamin, pihaknya akan terus mengevaluasi situasi secara berkala untuk menentukan langkah selanjutnya.

“Kita berlakukan PJJ satu hari, sembari evaluasi berkala. Diputuskan melalui rapat terbatas tingkat kota,” jelas Benyamin.

“Pemkot Tangsel mengimbau orang tua siswa untuk mendampingi anak-anak selama belajar dari rumah dan memastikan mereka tetap menjaga kesehatan, terutama jika berada di area yang terdampak abu vulkanik,” pungkas Benyamin.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Tangsel Deden Deni membenarkan adanya perubahan pola pembelajaran bagi seluruh sekolah pada jenjang TK, SD dan SMP.

“Update terbaru, seluruh TK, SD, SMP di Tangsel PJJ besok (Senin). PJJ hanya sehari sambil menunggu perkembangan selanjutnya,” jelasnya.

Deden menambahkan keputusan tersebut diambil setelah abu vulkanik dampak erupsi Gunung Anak Krakatau mulai terpantau di wilayah Tangsel. Sejak Minggu (6/9) pagi, sejumlah warga melaporkan adanya abu yang menempel pada kendaraan maupun permukaan benda di sekitar lingkungan tempat tinggal.

“Kondisi tersebut turut menjadi perhatian pemerintah karena paparan abu vulkanik dapat mengganggu kesehatan, terutama saluran pernapasan dan mata. Anak-anak yang melakukan aktivitas di luar ruangan menjadi salah satu kelompok yang perlu mendapat perlindungan,” Tutup Deden.

Laporan: fan

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version