Rupiah Melemah: Indonesia Untung Triliunan, Tapi Duit Malah Lari Keluar US343 Miliar?

0

TintaOtentik.Co – Presiden Prabowo Subianto akhirnya buka suara mengenai turbulensi yang menimpa nilai tukar rupiah hingga sempat terperosok ke level Rp18 ribuan per dolar AS.

Kepala Negara secara blak-blakan menunjuk hidung praktik kebocoran dan mengalirnya kekayaan nasional ke luar negeri secara masif selama berpuluh-puluh tahun sebagai biang keladi utamanya.

Prabowo menggarisbawahi bahwa secara struktural, fundamental perdagangan Indonesia sebenarnya sangat kokoh dan konsisten mencetak keuntungan besar dari aktivitas pasar internasional.

Namun, ironisnya, devisa hasil ekspor dan pundi-pundi keuntungan tersebut gagal mengendap di dalam negeri karena langsung mengalir kembali ke luar wilayah hukum RI.

“Kalau sekarang ada yang mengatakan rupiah kita lemah, ini dan itu, ya karena kekayaannya keluar. Kalau darah kita tiap hari darah kita keluar, di ujungnya badan kita kolaps, mati,” ujar Presiden Prabowo di Bangkalan, Jawa Timur, Selasa (23/6/2026).

Buka Data DEN: Untung Rp7.790 Triliun, yang Kabur Rp6.134 Triliun

Anatomi masalah ini dibeberkan Presiden berdasarkan hasil rujukan data perdagangan global yang dihimpun oleh United Nations Comtrade dan dibedah langsung oleh Dewan Ekonomi Nasional (DEN).

Dalam kurun dua dekade terakhir, rapor perdagangan luar negeri Indonesia nyatanya didominasi oleh catatan surplus.

Dari total 22 tahun ke belakang, Indonesia tercatat hanya mengalami defisit selama lima tahun. Sementara 17 tahun sisanya dihabiskan dengan mencatatkan keuntungan bersih.

Secara akumulatif, total laba perdagangan Indonesia dalam 22 tahun terakhir menembus angka US436 miliar atau setara Rp7.790,01 triliun (mengacu asumsi kurs Rp17.867 per dolar AS).

Namun pada lini masa yang sama, arus dana yang terdeteksi hengkang dari tanah air nilainya tidak kalah mencengangkan, yakni sebesar US343 miliar atau setara Rp6.134,14 triliun.

“Kalau kita lihat selama 22 tahun bangsa Indonesia sebagai bangsa sebenarnya telah untung. Dari 22 tahun, 17 tahun kita untung dan keuntungan kita adalah US$436 miliar selama 22 tahun,” papar Prabowo merinci data tersebut.

Bagi Prabowo, angka-angka ini menjadi bukti tak terbantahkan atas tesis yang ia suarakan selama ini mengenai adanya fenomena net outflow of national wealth (pelarian bersih kekayaan nasional).

Eksploitasi sumber daya alam yang melimpah terbukti gagal mengerek kesejahteraan domestik secara optimal karena manfaat ekonominya telanjur menguap ke luar negeri.

“Begitu kayanya Republik kita, tiap tahun kekayaan kita diambil keluar, kita masih berdiri. Jadi kita lihat dari neraca itu inflow, outflow,” cetusnya.

Laporan: Tim

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version