TintaOtentik.Co – Kasus korupsi di tubuh Badan Gizi Nasional (BGN) pusat memicu pengawasan ketat terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerah.
Menanggapi tuntutan transparansi publik, Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan, menegaskan bahwa Pemkot terus mengawal 131 titik Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) agar bebas penyelewengan teknis dan fokus menekan angka stunting.
Pilar meminta pengelola SPPG tidak sekadar bermain klaim angka di atas kertas, melainkan wajib menyinkronkan data riil di lapangan.
“Iya tentu kami dari Pemerintah Kota Tangsel berharap bahwa akselerasi program antara pemerintah pusat khususnya BGN dengan pemerintah daerah itu harus terjaga dengan baik. Karena bagaimana pun juga kami tentu selalu mengupdate data dan mengetahui kondisi terkait masyarakat yang membutuhkan support dari makan bergizi gratis,” ujar Pilar Saga Ichsan, Senin (22/6/2026).
Di tengah transisi kepengurusan BGN Pusat, Pemkot Tangsel mengarahkan program ini sebagai instrumen krusial penanganan stunting guna mengejar target penurunan dari 10 persen ke 7,5 persen di tahun 2026.
“Target tersebut walaupun memang itu kan kebijakan dari BGN, saya dengar ada penyesuaian lagi di kepengurusan BGN pusat saat ini, tapi tentu harapan kami adalah salah satunya penanganan stunting, yaitu masalah ibu hamil, ibu menyusui, dan juga anak-anak di seribu hari pertama di usia 2 tahun. Nah, itu harus menjadi sasaran strategis daripada program MBG,” urainya.
“Disamping itu, silakan pemerintah pusat dengan BGN apa rencananya, kami pemerintah kota akan membantu untuk akselerasi di tataran teknis kewilayahan. Tapi yang pasti sekarang yang sedang dikejar pemerintah daerah Kota Tangsel yaitu penanganan stunting,” lanjutnya.
Kumpulkan Kepala SPPG untuk Validasi Target
Guna memitigasi manipulasi dan salah sasaran, Pemkot Tangsel telah mengumpulkan seluruh penanggung jawab dapur produksi sejak bulan lalu untuk menyamakan persepsi.
“Iya harus (sesuai target), maka dari itu komunikasi dan duduk bersama itu harus sering dilakukan. Kemarin bulan lalu Mei, kita sudah mengumpulkan semua kepala SPPG se-Tangsel di Ruang Blandongan Pemkot untuk menyamakan pemikiran, untuk menyamakan persepsi, bahwa target penerima manfaat ini harus benar-benar dirasakan betul oleh siswa sekolah ataupun target-target stunting, misalkan ibu hamil, ibu menyusui, dan juga anak-anak usia balita,” terangnya.
“Maka dari itu kedepan saya harap dengan kepengurusan baru ini dari BGN, dengan program ataupun kebijakan baru ini, tetap bisa membantu penanganan stunting di wilayah kota tangsel,” bebernya.
90 Persen Pekerja Dapur Serap Warga Sekitar
Selain ketepatan gizi, Pilar memastikan operasional dapur MBG memberikan dampak ekonomi riil dan bukan sekadar formalitas pembukuan dengan menyerap tenaga kerja lokal.
“Saya sering keliling meninjau SPPG dan saya juga bertanya langsung ke pegawainya, hampir 90 persen itu diserap dari masyarakat lokal. Saya tanya tinggal di mana, masyarakat jawab RT sini, RW sini Pak Pilar. Oh berarti benar ini warga-warga sekitar kita yang bekerja di dapur MBG,” cetus Pilar.
“Itu yang paling penting dengan adanya program dari nasional yang sudah digelontorkan begitu besar, tentu harus memberikan dampak manfaat lingkungan,” tuturnya.
Pilar pun mengakui selama berjalannya MBG di Tangsel ini, koordinasi SPPG dengan pemerintah daerah dan kewilayahan sudah berjalan baik.
“Alhamdulillah ini sudah dikawal dengan baik, tentu SPPG juga selama ini berkoordinasi dengan kewilayahan kelurahan. Yaitu mudah-mudahan ke depan, kalau pun ada SPPG baru kita harap itu dijaga. Tetap dijaga mengakomodir masyarakat lokal, masyarakat sekitar yang belum mendapatkan pekerjaan mereka bisa mendapatkan pekerjaan dengan sesuai standarisasisnya,” tambahnya.
Mengenai target capaian porsi, Pemkot Tangsel memilih fokus pada ketepatan sasaran yang krusial sembari menunggu evaluasi lanjutan dari kepengurusan baru BGN Pusat.
“Kalau menurut kami pemerintah daerah tentu harapannya adalah pencapaian sasarannya. Sasarannya dari BGN pusat mau apa, ya kami tunggu arahan,” jawab Pilar.
“Misalkan arahannya katanya kemarin SMA mau dievaluasi, di wilayah perkotaan mau ada evaluasi terkait penerima manfaatnya, kami tunggu hal itu,” sambungnya.
Terakhir Pilar kembali mengulang sasaran di Tangsel sendiri yakni penanganan soal Stunting.
“Tapi yang pasti dari kami sendiri, kami punya sasaran yang paling krusial yaitu penanganan stunting. Nah itu mudah-mudahan bisa dilakukan oleh BGN melalui SPPG, supaya kita bersama-sama bisa menyisir titik ataupun angka stunting ini supaya mendapatkan penurunan,” pungkas Pilar.
Laporan: Iwan
