TintaOtentik.co – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, membantah keras rumor yang menyebutkan bahwa gelombang pemadaman listrik bergilir di Pulau Jawa dipicu oleh menipisnya stok batu bara di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).
Bahlil memastikan bahwa pemenuhan kebutuhan bahan baku untuk PT PLN (Persero) sudah diantisipasi secara matang melalui skema penugasan resmi kepada jajaran perusahaan batu bara nasional.
Berdasarkan data operasional, total kebutuhan batu bara tahunan untuk PLN berada di angka 154 juta ton.
Guna mengamankan pasokan tersebut, Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM mengklaim telah menginstruksikan korporasi tambang domestik untuk mengalokasikan pasokan gabungan sebesar 180 hingga 190 juta ton.
Bahlil menguraikan bahwa skema kontrak yang sudah berjalan saat ini telah mengamankan ratusan juta ton pasokan, sehingga tidak ada alasan logis yang mendukung isu kelangkaan bahan baku di tingkat hulu.
Menteri ESDM justru mengembalikan persoalan ini pada tata kelola internal dan distribusi logistik milik PLN.
“Total kebutuhan batu bara PLN itu 154 juta. Dari 154 juta itu Dirjen Minerba sudah memberikan penugasan kepada perusahaan-perusahaan batu bara nasional itu sebesar 180 sampai 190 juta yang sudah dikontrakan 134 juta ton, artinya tinggal sekitar 18 juta kan? Di mananya ada kekurangan? Teknisnya, untuk sampai di power plan-nya itu bukan tugas Dirijen Menerba. Itu sudah merupakan teknis daripada manajemen logistik PLN,” beber Bahlil, (20/6/2026).
Mengingat kendali penuh atas sistem operasional kelistrikan nasional berada di bawah otoritas PLN, Bahlil mendesak manajemen perusahaan setrum pelat merah tersebut untuk segera merumuskan langkah mitigasi yang cepat dan taktis.
Ia menegaskan, kenyamanan masyarakat sebagai pelanggan utama tidak boleh dikorbankan.
“Saya mendengar informasi ada beberapa daerah terjadi pemadaman bergilir. Saya minta PLN untuk segera melakukan langkah-langkah yang terukur, komprensif untuk memberikan kenyamanan bagi pelanggan dengan tidak adalagi pemadaman,” tegasnya.
Koordinasi Langsung dengan Dirut PLN
Guna menyelesaikan masalah terkait pemadaman ini, Bahlil mengaku telah menginstruksikan langsung Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, untuk segera melakukan audit operasional secara menyeluruh guna mendeteksi titik lemah dalam sistem distribusi mereka.
“Tadi saya juga sudah berbicara sama Pak Dirut. Saya katakan bahwa segera melakukan langkah-langkah yang terukur agar hal-hal yang tidak diinginkan tidak terjadi, termasuk di dalamnya adalah pemadaman yang dikeluhkan oleh rakyat,” tutur Bahlil.
Langkah tegas dari Kementerian ESDM ini diharapkan dapat mendorong PLN untuk segera memulihkan stabilitas pasokan listrik secara merata, sekaligus menghentikan keluhan masyarakat terkait pemadaman intermiten di berbagai wilayah.
