Dampak Pertamina Dex, Dishub Tangsel Lakukan Pergeseran Anggaran Agar Bus Sekolah Tetap Berjalan

0

TintaOtentik.Co – Lonjakan adanya harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi mulai menekan layanan publik di daerah. Di Kota Tangerang Selatan, program bus sekolah yang selama ini menjadi tumpuan ratusan pelajar kini menghadapi tantangan serius akibat membengkaknya biaya operasional.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Tangsel, Achmad Arofah, saat di wawancarai oleh Tintaotentik.co, Kamis, (30/4/2026).

“Kenaikan harga Dexlite yang cukup tinggi bahkan hampir 2 kali lipat memaksa kami Dinas Perhubungan Kota Tangsel untuk segera melakukan evaluasi anggaran agar layanan tetap berjalan,” ujar Achmad Arofah.

Ahmad Arofah menjelaskan, selama ini, 5 (lima) unit bus sekolah yang dioperasikan pemerintah daerah memang menggunakan BBM non-subsidi sesuai ketentuan.

Bahwa seluruh armada, lanjut Arofah, mengandalkan Dexlite sebagai bahan bakar utama. Saat ini kita tidak boleh menggunakan BBM subsidi dan untuk operasional menggunakan Dexlite atau perta DEX.

“Dengan kenaikan harga dari Rp14.200 menjadi Rp23.600 per liter, beban anggaran operasional yang sebelumnya berkisar Rp47.5 juta per bulan dipastikan meningkat,” terang Achmad Arofah.

“Kondisi ini membuat Dishub harus melakukan perhitungan ulang kebutuhan biaya melalui pergeseran anggaran agar operasional tidak terganggu,” tuturnya.

Arofah menambahkan keberadaan bus sekolah tidak hanya membantu akses transportasi pelajar, tetapi juga berkontribusi menekan angka kecelakaan lalu lintas di kalangan siswa.

“Sebab itu, Dinas Perhubungan Kota Tangsel memastikan dengan adanya dinamika kenaikan bbm layanan bus sekolah gratis tetap berjalan sehingga siswa dapat terus menikmati fasilitas transportasi publik yanh di sediakan Pemerintah Kota Tangsel,” pungkasnya.

Laporan: iwan

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version