TintaOtentik.co – Pemerintah memastikan kesiapan dana darurat untuk mengatasi rangkaian bencana alam yang tengah menerpa berbagai wilayah di Indonesia.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan bahwa alokasi anggaran kebencanaan senilai Rp1 triliun kini dalam posisi siap guna dan berpeluang besar ditingkatkan apabila eskalasi kebutuhan di lapangan membengkak.
Purbaya menggarisbawahi bahwa penanganan bencana memiliki fleksibilitas anggaran khusus dan berada di luar skema efisiensi fiskal biasa.
Prioritas utama pemerintah adalah mempercepat pemulihan serta meringankan beban warga yang terdampak.
“Kita punya hampir 1 triliun yang ready. Terus ditambah lagi nanti kalau ada permintaan, ya kita akan tambah,” ujar Purbaya saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Senin (7/9/2026).
Langkah penanganan darurat ini dipastikan tidak akan terhambat oleh birokrasi anggaran. Purbaya menekankan bahwa pencairan dana akan disesuaikan dengan pengajuan kebutuhan riil di lokasi bencana.
“Jadi kalau untuk bencana, treatmentnya beda. Itu bukan untuk foya-foya, untuk mengurangi penderitaan yang dialami oleh masyarakat kita. Kita akan usahakan semaksimal mungkin,” tegas Purbaya.
Ia menambahkan bahwa transparansi pengajuan tetap menjadi syarat mutlak agar penyaluran dana tepat sasaran.
“Intinya kita lihat sesuai dengan kebutuhan, asal nggak ngarang-ngarang saja kebutuhannya. Jadi pasti kalau untuk bencana, treatmentnya beda,” tambah Purbaya.
Pernyataan Menkeu sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang memimpin rapat terbatas penanganan bencana secara maraton pada hari yang sama.
Rapat tersebut merespons eskalasi ancaman bencana yang terjadi secara bersamaan, mulai dari erupsi beruntun Gunung Anak Krakatau, gempa bumi di Flores, hingga ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Presiden Prabowo menegaskan bahwa fakta geografis Indonesia di kawasan Ring of Fire menuntut kesiapsiagaan permanen, termasuk dari segi komitmen anggaran mitigasi.
“Ini membawa kita untuk kita harus siap menghadapi keadaan seperti ini setiap saat. Pelajaran juga bagi kita, bagi pemerintah yang saya pimpin, alokasi anggaran untuk mitigasi bencana harus kita tambah secara signifikan,” kata Presiden Prabowo.
