TintaOtentik.Co – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terpaksa melakukan pergeseran anggaran sebesar Rp400 juta pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026.
Langkah ini diambil akibat lonjakan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang membuat biaya operasional armada bus sekolah gratis membengkak.
Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, menegaskan bahwa pergeseran anggaran ini dilakukan demi menjamin pelayanan transportasi bagi siswa di Tangsel tidak terganggu dan tetap beroperasi penuh selama satu tahun.
“Kami sudah menginstruksikan kepada Dinas Perhubungan untuk melakukan pergeseran-pergeseran anggaran dulu, supaya bus sekolah gratis ini bisa beroperasional setahun full. Jadi tidak ada alasan bus sekolah tidak beroperasi gara-gara tidak ada bensin,” kata Pilar Saga Ichsan usai meninjau kelayakan bus sekolah gratis Tangsel di Terminal Tipe C BSD, Jumat (10/7/2026).
Pilar menjamin bahwa meski ada pembengkakan biaya, para orang tua murid tidak perlu khawatir karena fasilitas ini dipastikan tetap 100 persen tanpa pungutan biaya.
“Jadi kita kasih pelayanan gratis, kita juga menyiapkan operasional dan juga bensinnya,” jelas Pilar.
Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Tangsel, Ayep Jajat Sudrajat, lebih jauh menjelaskan tentang teknis kebijakan yang dimaksud oleh Pilar.
Ayep mengakui jajarannya sempat kewalahan lantaran kenaikan harga BBM di lapangan mengalami kenaikan yang sangat signifikan yang dimulai sejak bulan April 2026 kemarin.
“Kita sempat kelimpungan juga karena yang kita anggarkan di 2026 itu dengan Standar Satuan Harga (SSH) Rp15.000. Kita hitung dengan kenaikan yang ada waktu itu, anggaran bensin hanya sampai dengan bulan Agustus saja,” ungkap Ayep.
Menyiasati potensi bus mogok massal selepas Agustus, Dishub mengambil solusi cepat dengan mengalihkan anggaran dari kegiatan-kegiatan internal Dishub lain yang belum terjadwal atau belum terlaksana.
“BBM itu (selisihnya) sekitar 400 (juta) sekian lah, sudah kita lakukan pergeseran. Jadi insyaallah sampai akhir tahun 2026 aman untuk BBM-nya,” tambah Ayep.
Sebagai gambaran, dalam kondisi normal atau sebelum kenaikan BBM, total biaya untuk bensin seluruh armada bus sekolah di Tangsel berkisar di angka Rp700-an juta per tahun. Bus sekolah gratis Tangsel sendiri menggunakan jenis Pertamina Dex.
“Kalau normalnya sekitar 700 sekian lah,” jelasnya.
Maka dari itu, dengan pembengkakan senilai Rp400 juta, Ayep memprediksi BBM bus sekolah gratis Tangsel akan memakan anggaran sekitar Rp1 miliar.
“Setahun itu sekitar, kalau dengan sekarang itu sekitar hampir satu (miliar) dengan kondisi 30 ribu ya. Kalau normalnya sekitar 700 sekian lah,” pungkasnya.
Laporan: Bgs
