Gelar Workshop Lintas Agama di Tangsel, Kemenag: Momen Rajut Kerukunan Beragama

0

TintaOtentik.Co – Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) menggelar workshop lintas agama bertema ‘Dari Tangsel untuk Indonesia: Harmoni Dirawat, Kedamaian Dirajut’ di The Lord Vineyard, Serpong, Selasa 9 Desember 2025.

Workshop ini menghadirkan para penyuluh agama, juru dakwah, dan Pewarta lintas agama.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Staf Khusus Presiden RI, Agustinus susanto, yang mengungkapkan bahwa dirinya berterima kasih kepada Kantor Wilayah Kemenag Kota Tangerang Selatan (Tangsel) atas terselenggaranya acara yang damai ini.

Menurutnya, ini adalah momen yang sangat penting dimana bisa merajut kerukunan beragama di Provinsi Banten.

“Pertama, ini kita mengapresiasi Pak menteri Agama, bulan ini adalah bulan toleransi.  Apalagi tema Natal tahun ini adalah Natal bersama, baru pertama setelah Merdeka,” ujarnya.

Agus menjelaskan, saat ini Kemenag bisa merayakan Natal di setiap daerah dalam mewujudkan aksi toleransi kerukunan umat beragama.

Agus mengungkapkan workshop ini banyak penyuluh agama yang hadir, dimana kehadiran para penyuluh ini sangat penting bagi garda terdepan.

“Ya penyuluh itu sangat penting, mereka di garda terdepan bagaimana penyuluh itu berinteraksi langsung dengan di lapangan. Nah para penyuluh ini kita libatkan tentu ada program di Kementerian Agama,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kemenag Tangsel, Ahmad Rifaudin menjelaskan bahwa kegiatan ini dikemas dalam bentuk materi penguatan, diskusi panel lintas agama, dan praktek kolaboratif untuk merumuakan strategi bersama dalam menyebarkan narasi keagamaan yang damai di ruang publik.

“Sebagaimana kita tahu bahwa kota Tangerang Selatan dikenal sebagai daerah yang plural, modern, dan dinamis. Keberagaman agama, budaya, dan latar belakang masyarakat adalah anugerah yang harus kita rawat bersama,” jelasnya.

Oleh karena itu, penguatan penyeluruh lintas agama bukan hanya kebutuhan program, melainkan tanggung jawab moral kita bersama sebagai pelayan umat.

Menurutnya, penyuluh dan pahlawan iman adalah figur yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

“Mereka hadir di ruang-ruang pegajian, persekutuan, wihara, pura, kelenteng, komunitas pendidikan, hingga ruang digital. Maka kemampuan mereka dalam menghadirkan pesan agama yang menerangkan, menolak ujaran kebencian, serta mempromosikan kasih, cinta tanah air, dan penghargaan terhadap perbedaan adalah investasi besar bagi masa depan bangsa,” tutupnya.

Workshop ini ditutup dengan kajian dari para penyuluh agama masing-masing, dimana orang yang hadir dapat berinteraksi dengan para penyuluh agama tersebut.

Laporan: iwanpose

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version