TintaOtentik.Co – Momentum Idul Fitri 1447 H atau 2026 M, menjadi titik balik bagi Badan Musyawarah (Bamus) Tangerang Selatan untuk memperkuat pengabdian kepada masyarakat.
Salah satu organisasi kedaerahan ini bersiap melakukan akselerasi program kerja yang menyentuh langsung persoalan warga di Kota Tangerang Selatan.
Sekretaris Badan Musyawarah (Bamus) Kota Tangsel, Taufik Abdul Gofar, mengungkapkan bahwa rencana pergerakan ini telah dimatangkan dalam forum silaturahmi dan buka puasa bersama sesaat sebelum hari raya.
Ia menegaskan bahwa seluruh jajaran pengurus telah bersepakat untuk kembali terjun langsung ke lapangan.
“Dalam acara silaturahmi dan buka puasa bersama kemarin, kita sudah sepakat bahwa akan kembali action ke masyarakat. Karena memang dari berbagai macam kegiatan yang berkaitan dengan masyarakat, maka perintah Ketua Umum dengan pengurus Bamus Tangsel yang baru ini, insya Allah pasca lebaran kita akan melakukan penyampaian susunan pengurus di Dewan Pimpinan Pusat Bamus Tangsel,” ujar Taufik.
Agenda terdekat Bamus Tangsel adalah meresmikan struktur kepengurusan baru melalui prosesi pelantikan.
Taufik menjelaskan bahwa setelah legalitas kepengurusan dikukuhkan, Bamus akan memfokuskan perhatian pada berbagai isu kerakyatan yang selama ini membutuhkan atensi khusus dari pemangku kepentingan.
“Selanjutnya kita akan melakukan pelantikan pengurus pusat baru Bamus. Ke depannya nanti kita akan segera mengurus persoalan-persoalan yang ada di masyarakat Tangerang Selatan yang banyak memerlukan perhatian,” tambahnya.
Bamus Tangsel memposisikan diri sebagai mitra pendampingan dan penyambung masyarakat dengan pemerintah. Taufik menggarisbawahi tiga fungsi utama organisasi, yakni kontrol sosial, pendampingan masyarakat, serta menjadi penyeimbang kebijakan.
“Kami sudah sepakat, pasca-dilantik kita akan langsung dan terus bergerak untuk masyarakat Kota Tangerang Selatan. Kegiatan yang berfungsi sebagai tupoksi kita yakni melakukan kontrol sosial, kemudian melakukan pendampingan juga kepada masyarakat,” tegasnya.
Lebih jelas lagi, Bamus berkomitmen untuk hadir ketika terjadi ketimpangan antara regulasi pemerintah dengan realitas yang dihadapi warga. Sektor kesehatan, pendidikan, dan sosial menjadi prioritas utama dalam advokasi mereka.
“Tak lupa kita menjadi penyeimbang antara masyarakat dan pemerintah ketika terjadi hal-hal yang memang sebetulnya di luar aturan-aturan yang sudah berlaku pada masyarakat Kota Tangerang Selatan,” tuturnya
“Jadi ke depannya jika ada persoalan yang menyangkut hak-hak dasar masyarakat dalam bidang kesehatan, sosial, pendidikan, serta menyangkut masalah hidup masyarakat Kota Tangerang Selatan,” sambungnya.
Ia menekankan bahwa Bamus tidak hanya sekadar mengkritik, tetapi memberikan solusi konkret.
“Intinya komitmen kita ingin membangun suatu kegiatan yang sifatnya memberikan solusi,” terang Taufik.
“Jika masyarakat tidak mendapatkan hak yang layak dari pemerintah sebagai pemangku kepentingan, maka kita akan mendampingi mereka untuk bisa berusaha mendapatkan hak-hak masyarakat Kota Tangerang Selatan,” tambahnya.
Terkait struktur pucuk pimpinan, Taufik memastikan bahwa sosok Anggota DPRD Tangsel Fraksi Demokrat, Julham Firdaus, masih menjadi nakhoda utama Bamus Tangsel. Kepercayaan ini merupakan hasil mufakat dari seluruh perwakilan wilayah di Tangerang Selatan.
“Masih Bang Julham Firdaus. Karena waktu terakhir saat Musyawarah Besar itu, dari seluruh delegasi di tujuh kecamatan yang ada di Tangsel masih menginginkan Bang Julham untuk menduduki posisi sebagai Ketua Umum kembali. Hanya saja yang berubah ada di posisi Sekretaris dan pengurus-pengurus lainnya, tapi komando tetap di Bang Julham,” pungkasnya.
Laporan: iwanpose
