Komisi 2 DPRD Tangsel Dorong Subsidi BBM dan Kendaraan Listrik Soal Bus Sekolah

0

TintaOtentik.Co – Ancaman berhentinya layanan bus sekolah gratis di Tangsel akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) mendapat perhatian serius dari DPRD setempat. Komisi II DPRD Tangsel menegaskan akan segera mengambil langkah agar layanan publik tersebut tetap berjalan.

Ketua Komisi II DPRD Tangsel, Ricky Yuanda, mengatakan pihaknya akan melakukan kajian mendalam terkait kondisi anggaran operasional bus sekolah yang saat ini tertekan.

“Bahwa pihaknya akan lakukan kajian serius terkait kebutuhan BBM bus sekolah ini,” ujar Ricky.

Ia menegaskan, layanan bus sekolah merupakan bagian penting dari pelayanan publik yang tidak boleh terhenti begitu saja, terutama karena menyangkut kebutuhan pelajar.

“Jangan sampai pelayanan publik ini terhenti begitu saja,” tegasnya.

Ricky mengaku baru mendapatkan informasi terkait potensi penghentian layanan bus sekolah akibat lonjakan harga BBM yang cukup signifikan.

“Saya baru dapat kabar akan adanya terancam pemberhentian layanan bus sekolah karena naiknya harga BBM. Karena ini terkait pelayanan masyarakat, kita tidak ingin ini sampai berhenti,” katanya.

Menurutnya, salah satu solusi yang akan dikaji adalah kemungkinan penerapan kebijakan agar bus sekolah bisa mendapatkan BBM subsidi.

“Apakah nanti bisa dibuat peraturan agar bisa mendapatkan BBM subsidi untuk bus sekolah ini. Misalnya kita lihat di daerah lain seperti apa,” jelas Ricky.

Selain itu, DPRD juga akan segera berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mencari solusi cepat agar operasional bus tetap berjalan.

“Nanti kita akan langsung koordinasi dengan Dishub dan Dindik Kota Tangsel agar pelayanan tetap berjalan,” ungkapnya.

Ricky menambahkan, pihaknya juga membuka peluang untuk menutupi kekurangan anggaran melalui perubahan APBD.

“Dan kekurangan ini akan kita tambahkan di anggaran perubahan. Kita pun juga membuka opsi melihat pentingnya energi terbarukan yaitu kendaraan berbasis ramah lingkungan dengan mendorong adanya bus sekolah berbasis kendaraan listrik, coba kita rencanakan di anggaran perubahan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Lonjakan adanya harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi mulai menekan layanan publik di daerah. Di Kota Tangerang Selatan, program bus sekolah yang selama ini menjadi tumpuan ratusan pelajar kini menghadapi tantangan serius akibat membengkaknya biaya operasional.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Tangsel, Achmad Arofah, saat di wawancarai oleh Tintaotentik.co, Kamis, (30/4/2026).

“Kenaikan harga Dexlite yang cukup tinggi bahkan hampir 2 kali lipat memaksa kami Dinas Perhubungan Kota Tangsel untuk segera melakukan evaluasi anggaran agar layanan tetap berjalan,” ujar Achmad Arofah.

Ahmad Arofah menjelaskan, selama ini, 5 (lima) unit bus sekolah yang dioperasikan pemerintah daerah memang menggunakan BBM non-subsidi sesuai ketentuan.

Bahwa seluruh armada, lanjut Arofah, mengandalkan Dexlite sebagai bahan bakar utama.
Saat ini kita tidak boleh menggunakan BBM subsidi dan untuk operasional menggunakan Dexlite atau perta DEX.

“Dengan kenaikan harga dari Rp14.200 menjadi Rp23.600 per liter, beban anggaran operasional yang sebelumnya berkisar Rp47.5 juta per bulan dipastikan meningkat,” terang Achmad Arofah.

“Kondisi ini membuat Dishub harus melakukan perhitungan ulang kebutuhan biaya melalui pergeseran anggaran agar operasional tidak terganggu,” tuturnya.

Laporan: irfan

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version