TintaOtentik.Co – Toko kue kering dengan bangunan semi permanen yang kebakaran di wilayah Pasar Ciputat, Kelurahan Cipayung, Kecamatan Ciputat, Tangerang Selatan, berdiri di atas lahan PT Betania Multi Sarana.
Hal tersebut disampaikan Lurah Cipayung, Dini Nurlianti, S.Sos, saat meninjau langsung ke titik lokasi kebakaran.
Dini Nurlianti, mengatakan saat meninjau, saya turut mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran yang dipicu oleh instalasi listrik.
“Kami mengimbau seluruh warga untuk rutin memeriksa instalasi kelistrikan di rumah maupun tempat usaha. Hindari arus pendek atau korsleting listrik yang dapat memicu kebakaran dan mengakibatkan kerugian besar,” katanya.
Dini mengingatkan peristiwa kebakaran ini menjadi pengingat bagi masyarakat dan pelaku usaha di Tangerang Selatan untuk selalu memastikan kondisi instalasi listrik tetap aman serta melakukan pemeriksaan secara berkala guna mencegah terjadinya musibah serupa
“Lokasi tempat kue kebakaran dengan bangunan semi permanen yang merambat ke ruko toko emas percis depannya itu pun diketahui berdiri di atas lahan PT Betania Multi Sarana,” tutup Dini.
Sebelumnya diberitakan Komandan Peleton (Danton) Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Tangerang Selatan Nurudin mengatakan, pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 19.12 WIB.
“Kurang lebih jam 19.12 WIB kita dapat informasi. Katanya informasinya di Pasar Ciputat. Kita langsung terjunkan karena memang ini kan pasar, jadi kita terjunkan agak banyak. Sekalipun kita berangkat delapan unit dari Tangsel,” ujar Nurudin kepada wartawan di lokasi, Rabu.
Menurut Nurudin, kebakaran menghanguskan satu toko kue kering, sementara toko emas yang berada tepat di sebelahnya tidak terdampak korban api.
Berdasarkan informasi sementara yang diterima petugas, kebakaran diduga dipicu korsleting listrik. Selama proses pemadaman, petugas PLN juga berada di lokasi untuk memastikan aliran listrik dalam kondisi aman.
“Kalau informasi yang terakhir kita terima itu listrik,” ucap dia.
Nurudin mengatakan, proses pemadaman berlangsung sekitar 30 menit tanpa mengalami kendala berarti. Akibat kebakaran tersebut, kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp 65 juta.
Sementara itu, Tati, selaku penanggung jawab toko kue, mengaku terkejut saat menerima kabar kebakaran. Menurutnya, sebelum toko ditutup seluruh aliran listrik telah dipastikan dalam kondisi mati dan tidak ada peralatan elektronik yang masih menyala.
“Di dalam toko sudah tidak ada aliran listrik karena sudah dimatikan saat tutup toko. Tidak ada barang elektronik yang masih menyala. Uang kas toko sekitar Rp900 ribu juga ikut terbakar,” ungkap Tati.
Laporan: wan
