Dua Dekade Mangkrak, Prabowo Berhasil Eksekusi Blok Masela

0

TintaOtentik.co – Presiden Prabowo Subianto membeberkan jurus diplomasinya dalam mengesekusi proyek LNG Abadi Masela yang sempat tertahan hampir tiga dekade.

Dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Prabowo menegaskan bahwa pemerintah tak lagi mau mentoleransi penundaan proyek strategis nasional yang berlarut-larut di tengah mendesaknya kebutuhan energi dan devisa negara.

Langkah berani tersebut dibongkar Prabowo saat memberikan pengarahan kepada jajaran Kabinet Merah Putih pada Senin (20/7/2026).

Ia menyebut pergerakan riil di Lapangan Masela merupakan bukti ketegasan pemerintah terhadap investor asal Jepang, Inpex Corporation.

“Kemudian untuk menghadapi fenomena tadi, ini prestasi yang lain saya kira proyek Gas Abadi Masela selama 28 tahun mangkrak,” tegas Prabowo.

Negosiasi di Tokyo, Antara Ketegasan dan Kesopanan Diplomatik

Prabowo menceritakan momen krusial saat dirinya terbang langsung ke Tokyo untuk menemui jajaran pimpinan Inpex.

Tanpa basa-basi, ia meminta kepastian komitmen raksasa energi Jepang tersebut untuk menggarap Blok Masela atau merelakannya ke pihak lain.

“Saya berangkat ke Tokyo, saya ketemu pimpinannya perusahaan-perusahaan Jepang itu, Inpex ya. Saya sampaikan dengan baik dan sopan, ‘Saudara masih berminat enggak? Kalau saudara tidak berminat saya akan alokasi, saya akan tunjuk perusahaan lain’,” ungkap Prabowo menirukan percakapannya kala itu.

Kendati menyampaikan pilihan pahit kepada investor, Prabowo menepis anggapan bahwa dirinya memberikan gertakan atau ultimatum keras. Menurutnya, pendekatan tersebut merupakan imbauan tegas atas dasar kebutuhan nasional.

“Sopan tetapi tegas. Sebagai bangsa Indonesia yang ramah tidak mungkin kita kasih ultimatum. Bukan ultimatum itu, tetapi imbauan,” jelasnya.

Dalam pertemuan itu, Prabowo menggarisbawahi bahwa penundaan proyek Masela berdampak langsung pada kepentingan vital rakyat Indonesia.

“‘Yang Mulia, apakah Jepang masih berminat? Masalahnya bangsa Indonesia sangat butuh energi, sangat butuh devisa,'” tutur Prabowo.

Warning 6 Bulan untuk Mentan ESDM Bahlil Lahadalia

Tak hanya bersikap lugas kepada investor asing, kepemimpinan Prabowo juga menebar ancaman tegas ke internal kabinetnya.

Dengan nada berseloroh, Prabowo mengaku memberi instruksi khusus kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia untuk terus menempel ketat progres lapangan.

“Habis itu pulang-pulang, ya kalau Menteri ESDM boleh saya tekan-tekan, tidak apa-apa, 6 bulan tidak ada kegiatan, cabut!” ucap Prabowo yang disambut gelak tawa jajaran menteri peserta sidang kabinet.

Awal Baru Mega Proyek Gas Indonesia

Proyek LNG Abadi Masela tercatat sebagai salah satu pilar energi terbesar di Indonesia yang terkatung-katung sejak akhir 1990-an.

Berulang kali jalan di tempat akibat revisi skema pengembangan, alotnya negosiasi komersial, hingga rumitnya birokrasi perizinan, proyek ini akhirnya menemui titik terang.

Sikap tegas pemerintah membuahkan hasil nyata. Pada Kamis (16/7/2026), Presiden Prabowo secara resmi memimpin peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek LNG Abadi Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, menandai dimulainya babak baru ketahanan energi dan penguatan devisa negara dari pasokan gas alam cair.

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version