TintaOtentik.co – Pemerintah Kota Tangerang Selatan memprioritaskan pengaktifan kembali dan integrasi lima titik Area Traffic Control System (ATCS) dalam pengembangan Intelligent Transport Tangerang Selatan (ITTS).
5 titik tersebut meliputi Simpang Muncul, Simpang German Center, Bundaran Alam Sutera, Simpang Gading Serpong, dan Bundaran Ciater Maruga.
Pengembangan ini menjadi bagian dari upaya Pemkot Tangsel membangun sistem pengelolaan lalu lintas yang modern dan terintegrasi.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Tangerang Selatan, Ayep Jajat Sudrajat, mengatakan, pengembangan ITTS dilakukan melalui optimalisasi sistem ATCS sebagai salah satu pilar pengembangan Intelligent Transport System (ITS).

“Dalam rangka pengembangan Intelligent Transport Tangerang Selatan (ITTS), Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui Dinas Perhubungan terus mendorong transformasi tata kelola Area Traffic Control System (ATCS) sebagai pilar pengembangan Intelligent Transport System (ITS) guna mewujudkan manajemen lalu lintas yang modern, cerdas, terintegrasi, dan berkelanjutan,” ujar Ayep kepada wartawan.
Menurutnya, pengembangan tersebut dilakukan melalui optimalisasi sistem ATCS, integrasi CCTV dan jaringan komunikasi, serta penerapan Digital Asset Management System (DAMS).
Sistem DAMS disiapkan untuk mendukung pemantauan, pengendalian, dan pemeliharaan perangkat lalu lintas berbasis digital.
Adapun pengaktifan kembali dan integrasi 5 titik ATCS menjadi tahap awal pengembangan ITTS, sejalan dengan target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Tangerang Selatan 2025-2029.
Selain mengintegrasikan perangkat ATCS di sejumlah persimpangan, Pemkot Tangsel menyiapkan ruang kendali ITTS untuk mendukung pemantauan dan pengendalian lalu lintas secara terintegrasi.
Dalam pengerjaannya, Dinas Perhubungan berkolaborasi dengan Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Tangsel untuk melakukan penataan dan revitalisasi ruang kendali tersebut.
Ayep menjelaskan, pekerjaan penataan ruang kendali saat ini sedang memasuki tahap penyelesaian akhir atau finishing. Ruang kendali itu nantinya menggunakan video wall sebagai media visual dengan konsep modern dan cerdas.
Sementara itu, pembangunan jaringan komunikasi akan dilakukan Dinas Komunikasi dan Informatika Tangsel.
Melalui kolaborasi lintas perangkat daerah tersebut, pemerintah berharap ruang kendali ITTS dapat menjadi pusat pengendalian lalu lintas yang lebih representatif dan terintegrasi.
“Melalui sinergi dan kolaborasi tersebut, diharapkan terwujud pusat kendali lalu lintas yang lebih representatif dan terintegrasi untuk meningkatkan efektivitas pengendalian lalu lintas, mempercepat penanganan gangguan, mendukung pengambilan keputusan berbasis data, serta meningkatkan kualitas pelayanan transportasi,” terang Ayep.
Meski demikian, pihaknya belum merinci jadwal operasional penuh ITTS maupun target terkait dampak integrasi ATCS terhadap kondisi lalu lintas di 5 titik prioritas tersebut.