Prabowo Tetapkan Gusdur, Marsinah, Soeharto Hingga Sarwo Edhie Sebagai Pahlawan Nasional

0

TintaOtentik.co – Presiden Prabowo Subianto resmi menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada sepuluh tokoh bangsa pada peringatan Hari Pahlawan, Senin (10/11/2025).

Upacara penganugerahan berlangsung khidmat di Istana Negara, Jakarta, dan dihadiri oleh para ahli waris serta keluarga penerima gelar.

Daftar 10 Tokoh Penerima Gelar Pahlawan Nasional

Dalam keputusan yang dibacakan di Istana, Presiden Prabowo menetapkan sejumlah nama besar yang telah berjasa bagi bangsa di berbagai bidang perjuangan, pendidikan, hingga ketenagakerjaan.

Mereka adalah KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) – Presiden ke-4 Republik Indonesia; Syaikhona Muhammad Kholil, ulama besar asal Bangkalan; dan Marsinah, tokoh buruh perempuan pejuang hak-hak pekerja.

Kemudian, Jenderal Besar TNI (Purn.) Soeharto, Presiden ke-2 RI dari Jawa Tengah; Jenderal TNI (Purn.) Sarwo Edhie Wibowo, mantan Panglima RPKAD/Kopassus; serta Sultan Muhammad Salahuddin, pejuang kemerdekaan dan tokoh pendidikan dari Nusa Tenggara Barat.

Selain itu, Prof. Mochtar Kusumaatmadja, pakar hukum dan diplomasi dari Jawa Barat; Hajjah Rahma El Yunusiyyah, tokoh pendidikan dan pejuang perempuan dari Sumatra Barat; Tuan Rondahaim Saragih, pejuang kemerdekaan dari Sumatra Utara; serta Zainal Abidin Syah, Gubernur Provinsi Perjuangan Irian Barat asal Maluku Utara.

Proses Penetapan Melalui Kajian dan Seleksi Mendalam

Menteri Kebudayaan sekaligus Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan, Fadli Zon, menjelaskan bahwa seluruh penerima gelar tahun ini telah melewati proses penilaian dan penelitian yang panjang sebelum ditetapkan.

Ia menyebut bahwa terdapat 49 nama yang diusulkan dari berbagai daerah, dan 24 di antaranya menjadi prioritas, termasuk 40 nama yang diajukan oleh Kementerian Sosial untuk dikaji lebih lanjut.

Beberapa di antara nama-nama tersebut adalah Marsinah, Soeharto, Abdurrahman Wahid, Syaikhona Kholil, KH Bisri Syansuri, KH Muhammad Yusuf Hasyim, Jenderal M. Jusuf, dan Ali Sadikin.

Selain itu, terdapat pula tokoh nasional lain seperti H.B. Jassin, Sultan Muhammad Salahuddin, Prof. Mochtar Kusumaatmadja, dr. Kariadi, Basoeki Probowinoto, Zainal Abidin Syah, dan Sayyid Idrus bin Salim Al-Jufri.

Pahlawan sebagai Teladan dan Inspirasi Bangsa

Fadli menekankan bahwa penetapan gelar tersebut bukan hanya bentuk penghargaan, tetapi juga sarana untuk meneladani semangat juang dan pengabdian para tokoh bangsa.

“Nama-nama tersebut adalah nama-nama yang telah memenuhi syarat semua sesuai dengan undang-undang dan juga aspirasi dari masyarakat. Jasa-jasa mereka itu jelas, konkret, dan benar-benar merupakan aspirasi yang sudah terseleksi, dengan proses yang cukup panjang, bahkan diseminarkan, bahkan dibukukan. Mudah-mudahan jasa dan keteladanan mereka bisa menjadi pemberi semangat bagi kita,” ujar Fadli Zon di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Landasan Hukum Penganugerahan Gelar Pahlawan

Gelar Pahlawan Nasional diberikan berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan.

Dalam ketentuan tersebut, seorang tokoh hanya dapat dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional apabila terbukti memiliki jasa luar biasa kepada bangsa dan negara, integritas moral tinggi, serta konsistensi dalam semangat kebangsaan.

Proses pengusulan nama pahlawan dapat berasal dari masyarakat, pemerintah daerah, maupun organisasi sosial. Tahapan usulan dimulai dari bupati atau wali kota, lalu diteruskan ke gubernur, kemudian Menteri Sosial, hingga akhirnya diajukan kepada Presiden untuk disetujui.

Momentum Refleksi Nasional

Penganugerahan gelar Pahlawan Nasional tahun ini menjadi momentum reflektif bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk meneladani nilai-nilai perjuangan, pengorbanan, dan keikhlasan para tokoh bangsa yang telah mendahului.

Melalui penghargaan ini, pemerintah berharap semangat juang mereka terus hidup dan menjadi inspirasi bagi generasi penerus dalam membangun Indonesia yang berdaulat, berkeadilan, dan berkarakter.

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version