TintaOtentik.Co – Pemerintah Kota Tangerang Selatan mengklaim telah menindaklanjuti seluruh rekomendasi DPRD terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun 2025. Namun, persoalan klasik seperti sampah, banjir, dan kemacetan masih menjadi titik krusial yang belum sepenuhnya terurai.
Wali Kota Tangerang Selatan menyebutkan, berbagai langkah telah dilakukan untuk menjawab catatan DPRD, mulai dari penataan lalu lintas hingga intervensi di titik-titik rawan banjir.
Menurutnya, upaya tersebut sudah mulai menunjukkan hasil, terutama dalam mengurangi sejumlah titik genangan yang sebelumnya kerap menjadi keluhan masyarakat.
“Semua rekomendasi DPRD sudah kita tindak lanjuti dan kita laporkan. Tapi memang yang paling menonjol tetap soal sampah, banjir, dan kemacetan,” ujarnya.
Di sektor lalu lintas, Pemkot mengklaim telah menyusun rekayasa lalu lintas lintas sektor guna mengurai kepadatan di sejumlah ruas jalan utama yang selama ini menjadi titik kemacetan.
Sementara itu, untuk penanganan sampah, Pemkot mulai mendorong pembangunan Material Recovery Facility (MRF) di Cipeucang. Proyek ini ditargetkan rampung pada tahun ini, meski saat ini masih dalam tahap persiapan anggaran dan proses pelelangan.
Langkah tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat sistem pengelolaan sampah di Tangsel, yang selama ini masih bergantung pada pola konvensional dan kerap memicu persoalan lingkungan.
Meski berbagai program telah disiapkan, tantangan di lapangan dinilai masih besar. Isu sampah, banjir, dan kemacetan tetap menjadi pekerjaan rumah utama yang membutuhkan konsistensi kebijakan dan percepatan implementasi.
Laporan: Tim
