Mahasiswa Demo ke Istana Negara, Tegakkan Kedaulatan Ekonomi Berlandaskan Pasal 33

0

TintaOtentik.co – Gelombang unjuk rasa berskala besar melanda jantung ibu kota pada Kamis (18/6/2026). Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Bergerak turun ke jalan demi menyuarakan penegakan Pasal 33 UUD 1945 sekaligus menuntut tata kelola sumber daya alam yang sepenuhnya berorientasi pada kesejahteraan rakyat.

Aksi ini dimotori oleh kolaborasi lintas kampus, mulai dari Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Universitas Pamulang (UNPAM), Universitas Atma Jaya, hingga Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPNVJ).

Adapun organisasi internal yang tergabung di lapangan meliputi KB UMJ, KBM UNPAM, BEM KM UAJ, GLM UPNVJ, serta berbagai elemen mahasiswa lainnya.

Pergerakan massa bermula sejak pagi hari lewat konvoi roda dua dari arah Depok, Pamulang, Ciputat, dan Jakarta Selatan, yang kemudian menyatu di titik kumpul utama kawasan Cirendeu.

Rute demonstrasi kali ini tergolong menarik perhatian publik dan taktis. Massa tidak langsung menuju pusat pemerintahan di Istana Negara, melainkan terlebih dahulu mendatangi Kedutaan Besar Singapura sebagai simbol diplomasi internasional.

Aliansi Mahasiswa Bergerak Tegakkan Pasal 33 UUD 1945 (FOTO: Tinta Otentik.co)

Gugat Mafia Energi dan Desak Pemurnian Konstitusi

Aksi turun ke jalan ini dipicu oleh kecemasan yang mendalam di kalangan mahasiswa atas tata kelola aset strategis negara. Mereka menilai penguasaan sektor energi saat ini kian timpang dan rawan diintervensi oleh kepentingan asing.

Koordinator Keluarga Besar Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta (KB UMJ), Fazri Setiawan, menyatakan dengan tegas bahwa rezim saat ini harus mengembalikan haluan ekonomi nasional sesuai amanat konstitusi.

“Kami menuntut ketegasan pemerintah untuk melaksanakan Pasal 33 UUD 1945 sebagai dasar utama tata kelola perekonomian nasional. Bumi, air, dan kekayaan di dalamnya harus dikuasai negara untuk rakyat, bukan asing,” tegas Fazri Setiawan.

“Selain itu, kami mendorong pemerintah melakukan pemberantasan secara tegas terhadap mafia sumber daya alam dan berbagai praktik koruptif yang selama ini jelas-jelas merugikan kas negara,” tambah Fazri.

Jaga APBN dan Kawal PSN

Usai mematangkan barisan di Cirendeu, iring-iringan kendaraan mahasiswa bergerak dengan tertib menuju Kedutaan Besar Singapura.

Kedatangan massa ke sana ditegaskan bukan sebagai wujud konfrontasi terhadap negara tersebut, melainkan sebagai bentuk pesan moral kepada dunia internasional agar menghormati independensi ekonomi Indonesia.

Perwakilan Gerak Lingkar Mahasiswa UPN Veteran Jakarta (GLM UPNVJ), Thariq Rifqi, membeberkan landasan pemikiran di balik keputusan menyasar lembaga diplomasi tersebut sebelum bergeser ke Istana Negara.

“Kami bergerak dari kampus-kampus, berkonsolidasi di Cirendeu, kemudian bersama-sama menuju Kedutaan Besar Singapura dan Istana Negara sebagai simbol bahwa perjuangan mahasiswa tidak hanya ditujukan kepada pengambil kebijakan di dalam negeri,” urai Thariq Rifqi.

“Ini membawa pesan kepada komunitas internasional bahwa Indonesia harus berdiri tegak dalam menjaga kedaulatan ekonomi dan kekayaan alamnya untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Untuk itu, pemerintah juga wajib menjaga kesehatan APBN serta memastikan kebijakan fiskal dan anggaran negara berorientasi penuh pada kesejahteraan rakyat,” sambung Thariq.

Selaras dengan pandangan tersebut, Koordinator Keluarga Besar Mahasiswa Universitas Pamulang (KBM UNPAM), Wanca, ikut menyoroti transparansi proyek domestik. Ia mengingatkan agar diplomasi serta kerja sama global tidak berbalik menjadi bumerang yang merugikan kedaulatan bangsa.

“Pemerintah harus menjamin seluruh kerja sama internasional dilaksanakan dengan mengutamakan kepentingan nasional dan kedaulatan bangsa, bukan sebaliknya,” cetus Wanca.

“Kami juga mendesak dilakukannya evaluasi total terhadap tata kelola Program Strategis Nasional (PSN) agar berjalan lebih efektif, transparan, serta akuntabel di lapangan,” ujarnya.

Lindungi Hak Adat dan Pemerataan Pendidikan

Demonstrasi yang berjalan tertib dan kondusif ini mencapai puncaknya di depan Istana Negara dengan pembacaan maklumat bersama.

Dalam momentum ini, mahasiswa memosisikan diri sebagai kontrol moral untuk mengingatkan penguasa agar tetap patuh pada koridor konstitusi.

Koordinator Keluarga Mahasiswa Universitas Atmajaya (KM UAJ), Raditya, menutup pernyataan sikap aliansi dengan desakan perlindungan terhadap hak-hak dasar masyarakat lokal yang sering kali tergilas oleh ekspansi industri hulu.

“Di tengah ambisi ekonomi, negara tidak boleh abai. Kami menuntut pemerintah untuk melindungi hak-hak masyarakat adat dan komunitas lokal atas ruang hidup, tanah, dan sumber penghidupan mereka,” ucap Raditya.

“Terakhir, sebagai jaminan jangka panjang bangsa, kami meminta negara menjamin hak pendidikan yang berkualitas, layak, dan merata bagi seluruh rakyat Indonesia tanpa terkecuali,” pungkas Raditya.

Melalui gerakan kolektif ini, Aliansi Mahasiswa Bergerak berharap bisa menyalut kesadaran masyarakat luas bahwa perjuangan mengawal kedaulatan energi dan ekonomi adalah tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa demi menegakkan keadilan sosial.

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version