TintaOtentik.Co – Ketua Harian Keluarga Olahraga Tarung Derajat (KODRAT) Kota Tangsel, Adji Ekawarman Hassan, turut angkat bicara perihal MUSORKOT IV KONI Kota Tangsel yang ditunda.
Diketahui keputusan penundaan ini secara formal dikomunikasikan melalui Surat Pemberitahuan dengan Nomor 01-267/KONI-KTS/XII/2025, yang diterbitkan oleh Panitia MUSORKOT IV KONI Kota Tangerang Selatan pada tanggal 4 Desember 2025. Surat ini ditujukan secara khusus kepada seluruh Ketua Cabang Olahraga se-Kota Tangerang Selatan, yang daftar namanya disertakan sebagai lampiran.
Penyebab utama dari penundaan ini adalah adanya ketidakhadiran dari Pimpinan Daerah Kota Tangerang Selatan pada gelaran MUSORKOT IV.
Informasi mengenai ketidakhadiran ini didasarkan pada balasan yang diterima dari Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Tangerang Selatan, melalui surat mereka Nomor: 421/314/Dispora/Desember 2025, tertanggal 3 Desember 2025, perihal permohonan izin kegiatan.
Menanggapi hal tersebut Ketua Harian Kodrat Kota Tangsel, Adji Ekawarman Hassan, menyatakan jika melihat ini sebagai kesalahan teknis, maka alasan pembatalan atau penundaan acara MUSORKOT IV KONI Tangsel yang kesannya mendadak, ini menunjukkan ketidakpahaman panitia untuk menyelenggarakan acara Musorkot tersebut.
“Penundaan yang dilakukan OC dan TPP juga bisa dikatakan gagap dalam berorganisasi tapi jika ini adalah hal yang disengaja untuk mengacaukan acara, maka eksesnya sangat tidak baik bagi kehidupan berorganisasi,” papar Adji, ketika diminta tanggapan, Kamis, (4/12/2025).
Adji menjelaskan mestinya Pemerintah Daerah (Pemda) tidak dapat mengintervensi pelaksanaan Musorkot, baik untuk mempengaruhi jalannya Muskot ataupun menunda atau membatalkan.
Saat ditanya bagaimana realisasi anggaran Hibah untuk Cabang Olahraga (Cabor) di bidang-bidang KONI? Apakah serapan hibah tersebut tepat sasaran? Ia jawab, terlealisasi. “Tetapi tidak merata ke semua cabor, kendati hanya ke cabor-cabor tertentu saja,” bebernya.
“Untuk hal ini dapat ditanyakan langsung ke para cabor dan dikonfirmasikan ke Sekretariat. Dapat dirasakan adanya ketidak -adilan terhadap cabor-cabor tertentu,” pungkasnya.
Laporan: iwanpose
