Pangan RI Jadi Rujukan Dunia, Amran Tetap Antisipasi Krisis Pangan Agar Stabilitas Negara Stabil

0

TintaOtentik.Co – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan bahwa Indonesia saat ini menjadi rujukan dunia di sektor pangan.

Amran Sulaiman mengatakan Indonesia bahkan menerima penghargaan internasional di bidang pangan lantaran sukses berswasembada.

“Banyak negara datang belajar ke Indonesia, mulai dari Jepang, Kanada, hingga Belarus. Ini bukti bahwa kita berada di jalur yang benar menuju swasembada pangan,” ujarnya pada acara pembukaan Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XXVI Tahun 2026 di Makassar, Kamis.

Namun demikian, dia mengingatkan krisis pangan merupakan ancaman nyata yang dapat menggoyahkan stabilitas negara.

Ketergantungan pada impor, menurut dia, tidak hanya berdampak ekonomi tetapi juga membawa tekanan politik. “Satu juta ton impor beras bisa membawa tekanan besar dari negara pengekspor,” tegasnya.

Ketergantungan pada impor, menurut dia, tidak hanya berdampak ekonomi tetapi juga membawa tekanan politik. “Satu juta ton impor beras bisa membawa tekanan besar dari negara pengekspor,” tegasnya.

Amran juga menekankan filosofi kerja keras dalam mencapai keberhasilan. “Doa tanpa tindakan adalah nol. Sukses itu tidak gratis. Kita harus bersatu dan bekerja nyata,” katanya di hadapan para peserta PSBM.

Dalam kesempatan tersebut, ia memaparkan sejumlah program strategis pemerintah, termasuk program hemat energi serta hilirisasi komoditas unggulan. Hilirisasi kelapa, misalnya, disebut memiliki potensi nilai ekonomi mencapai Rp5.000 triliun. Komoditas lain seperti gambir juga memiliki potensi hilirisasi hingga Rp5.000 triliun.

Amran juga menekankan filosofi kerja keras dalam mencapai keberhasilan. “Doa tanpa tindakan adalah nol. Sukses itu tidak gratis. Kita harus bersatu dan bekerja nyata,” katanya di hadapan para peserta PSBM.

Dalam kesempatan tersebut, ia memaparkan sejumlah program strategis pemerintah, termasuk program hemat energi serta hilirisasi komoditas unggulan. Hilirisasi kelapa, misalnya, disebut memiliki potensi nilai ekonomi mencapai Rp5.000 triliun. Komoditas lain seperti gambir juga memiliki potensi hilirisasi hingga Rp5.000 triliun.

Dalam momentum yang bersejarah, Indonesia juga berhasil mengekspor 10.000 ton beras ke Palestina, yang disebutnya sebagai ekspor pertama dalam sejarah ke wilayah tersebut.

Amran kembali menegaskan bahwa kemandirian pangan adalah kunci kekuatan bangsa. Ia mengajak seluruh saudagar Bugis Makassar untuk bersinergi dan mengambil peran dalam membangun ekonomi nasional berbasis potensi lokal.

Laporan: Tim

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version