Potensi 3.700 GW Menggunung, RI Baru Memanfaatkan di Bawah 1%

0

Tinta Otentik.co – Potensi energi baru dan terbarukan (EBT) di Indonesia ibarat raksasa tidur yang belum sepenuhnya terbangun. Di satu sisi, kekayaan alam Nusantara menyimpan potensi energi bersih yang luar biasa besar.

Namun di sisi lain, tingkat realisasi pemanfaatannya di lapangan masih tertinggal jauh di garis start.

Menteri Investasi sekaligus Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan P Roeslani, blak-blakan membeberkan bahwa Indonesia mengantongi potensi energi terbarukan hingga menembus angka hampir 3.700 Giga Watt (GW).

Potensi raksasa ini mencakup energi surya, hidro, hingga panas bumi yang digadang-gadang menjadi magnet utama arus investasi hijau masa depan menuju hilirisasi yang lebih bersih.

“Ke sanalah kita ingin gelombang modal berikutnya mengalir. Sumber dayanya ada di sini. Indonesia diperkirakan memiliki potensi energi terbarukan hingga hampir 3.700 giga watt,” ungkap Rosan dalam forum Indonesia Sustainability Forum (ISF) di Jakarta, Selasa (11/10/2026).

Kendati demikian, angka fantastis tersebut berbanding terbalik dengan realitas di lapangan. Dari kuota 3.700 GW yang tersedia, utilisasi nasional saat ini ternyata belum menyentuh level 1%, atau baru terpakai sekitar 15,4 GW saja.

Guna memecahkan kebuntuan ini, pemerintah lantas menggenjot proyek strategis nasional melalui peluncuran program ambisius.

“Program PLTS 100 gigawatt yang diluncurkan Presiden pada bulan Agustus memberikan skala nasional bagi ambisi tersebut,” tegas Rosan.

Dari sudut pandang regulasi energi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat bauran EBT nasional berada di kisaran 17,3% pada semester I-2026 ini.

Capaian tersebut masih berada dalam koridor target rancangan strategis nasional yang ditetapkan sebesar 17-21%.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, sempat memaparkan bahwa porsi energi hijau di dalam pasokan energi nasional tersebut sempat menyentuh angka 18,3% pada triwulan pertama tahun ini.

“Dan dalam hal ini kami dapat laporkan Bapak tentang capaian energi baru terbarukan yang saat ini ada itu kalau kita melihat dari capaian energi mix nasional itu baru mencapai 17,3% di semester ini,” kata Eniya dalam acara The 12th Indonesia EBTKE ConEx 2026, di Jiexpo, Rabu (2/9/2026).

Secara akumulatif, kapasitas terpasang pembangkit EBT nasional kini merangkak naik ke angka 16,32 Giga Watt (GW), meningkat dari posisi 12 GW pada 2021 lalu.

Meski tren investasi di sektor EBT terus menunjukkan grafik positif, Eniya menilai bahwa laju pertumbuhannya masih tergolong landai.

“Ini menunjukkan investasi memang naik tetapi masih tergolong landai. Nah ini hal yang pasti kita perlu perhatikan sehingga bagaimana cara mencapai sesuai Renstra,” tambahnya.

Dengan tantangan yang ada, akselerasi pemanfaatan potensi EBT yang melimpah ini menuntut sinergi lintas sektor yang lebih agresif, agar target transisi energi bersih Indonesia tidak sekadar menjadi angka di atas kertas.

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version