Enggan Jawab Harga Los dan Kios Pasar, Disperindag Tangsel Malah Singgung Masalah Polikarbonat

0

TintaOtentik.Co – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Tangsel mengklaim sepanjang tahun 2025 dan 2026 telah menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp1,4 Miliar dari retribusi.

Hal demikian, disampaikan, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Tangsel, Mochamad Hardi, kepada Tintaotentik.co, dikutip Jumat, (9/11/2026)

“Untuk menyumbang PAD, dari Disperindag Tangsel pada tahun 2025 lumayan besar yaitu Rp1,4 Miliar, tetapi 2026 memang ini kita masih di bawah Rp1 Miliar untuk saat ini untuk sampai 1 tahun 2026,” ujar Hardi.

Hardi mengatakan, memang terkendala kita di retribusi yah. Makanya begini konsepnya retribusi yang sedang saya benahi adalah mereka kan mendapatkan manfaat. Berbeda dengan konsepnya pajak. Kalau pajak tentu kita ambil semuanya.

“Akan tetapi kalau retribusi, mereka mendapatkan manfaat, rapih semuanya, mereka berdagang, kita ambil retribusinya,” kata Hardi.

Nah, sambung Hardi, yang ini yang kita lihat lagi nih, apakah fasilitas yang kita punya, yang Disperindag kelola itu, sudah layak? Kan layak itu berbeda-beda nih. Kalau misalnya bersih, terus ada semua sarana prasarananya layak, baru kita bisa ngomong kayak apa retribusinya dengan baik. Makanya ini yang kita lihat, kita sedang apa, mengevaluasi semuanya.

“Kalau untuk berapa besaran harga sewa los kios macam-macam. Kios itu bayarnya per bulan, sedangkan los per hari,” terang Hardi.

Saat ditanya, untuk kios per bulannya berapa dan los per hari nya, bayar berapa? Hardi enggan menjelaskan detail. “Saya tidak bisa ngomong kayak gini, karena ada dasarnya. Dasarnya adalah meter persegi. Macam-macam. Jadi enaknya sih gini, nanti kalau misalnya mau nanya detail, nanti kita ke kantor,” ucap Hardi.

Ketika ditanya kembali banyak pedagang pasar contohnya pedagang Pasar Serpong dan Ciputat, biaya sewa los kios tinggi, kemudian saat sudah pindah ke pelataran dalam pasar di kios sepi pembeli, bagaimana tanggapan selaku Dinas Pemangku?

Hardi menjawab tidak begitu yang dimaksudkan yah. Misalnya Pasar Serpong itu bukan kita yang mengelolah, Sekarang Perseroda PITS. Kalau misalnya dikatakan kayak gitu, untuk sementara waktu kan memang pengelolanya Perseroda PITS. Saya juga tidak tahu Perseroda PITS melakukan retribusinya seperti apa. Kemungkinan sih dia lebih tinggi.

“Kalau Pasar Ciputat memang permasalahannya adalah kalau saya sih sederhananya memang kondisinya kemarin karena di situ ada pasar yang polikarbonat itu,” imbuh Hardi.

Hardi menambahkan, memang kalau misalnya polikarbonat itu bisa difasilitasi masuk ke dalam sebetulnya, itu bisa beres. Tapi kan ya, kalau kita ngomong sederhananya tidak segampang itu kita mindahin polikarbonat. Karena ternyata di polikarbonat sudah berjalan cukup lama ya.

“Makanya butuh juga pendekatan yang lebih baik lagi dan karena polikarbonat itu memang bukan aset Pemkot Tangsel. Makanya yang kemarin pas bikin polikarbonat itu yang harus diperbaiki,” pungkas Hardi.

Laporan: iwan

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version