TintaOtentik.Co – Seorang warga serpong bernama Isram mengeluhkan kondisi jalan Cilenggang yang rusak berbulan-bulan tidak mendapatkan perhatian dari Pemerintah Kota Tangerang Selatan.
Isram mengatakan kondisi jalan tersebut membuat ia geram. Sampai-sampai pengurus lingkungan memberikan tanda pada jalan rusak agar pengguna jalan berhati-hati saat melintas.
“Saya menyayangkan dengan kondisi jalan seperti ini yang dimana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kota Tangsel pada tahun 2026 sebesar 5,2 Triliun tapi tidak mampu mengakomodir kepentingan publik,” ujar Isram yang juga berprofesi sebagai Advokat.
“Kondisi jalan ini sudah berbulan bulan tapi tidak diperhatikan. Apakah harus menunggu korban berjatuhan baru ada perhatian,” ketus Isram.
Isram menambahkan akses jalan ini tidak jauh dari kantor-kantor Pemerintah seperti beberapa kantor Dinas di Cilenggang, BSD, Kantor DPRD di Setu, Rumah Dinas (Rumdin) Wali Kota Tangsel di BSD, hingga Kantor Kecamatan Serpong.
“Maka dari itu, idealnya jalan rusak ini harusnya cepat sampai ke Pemerintah. Karna jalan ini tidak jauh dari kantor-kantor Pemerintah Kota Tangsel,” pungkas Isram.
Diketahui pemasangan tanda peringatan oleh pengurus lingkungan menunjukkan adanya langkah antisipasi di tingkat masyarakat, tetapi tidak menggantikan kebutuhan akan perbaikan jalan secara permanen.
Besarnya APBD Tangsel sebesar Rp5,2 triliun menjadi konteks dalam kritik yang disampaikan warga. Namun, untuk menilai penanganan secara menyeluruh, diperlukan pula informasi mengenai status kewenangan jalan, hasil pemeriksaan teknis, serta rencana dan jadwal perbaikannya.
Hingga berita ini ditayangkan keterangan dari Dinas terkait perihal kondisi jalan dan rencana penanganannya belum diperoleh. Konfirmasi dari instansi terkait diperlukan agar masyarakat mendapatkan penjelasan mengenai penyebab belum dilakukannya perbaikan dan langkah yang akan ditempuh.
Laporan: irfan
