Tak Hujan Deras Sungai Meluap, Warga Gang Pinan Tangsel Desak Pengerukan Dan U-Ditch

0

TintaOtentik.Co – Warga RT 02 RW 10, Gang Pinan, Cimanggis Barat, Ciputat, kembali dikepung banjir pada Selasa (14/4/2026). Luapan air sungai merendam setidaknya 20 rumah warga meski cuaca di lokasi tidak sedang dilanda hujan lebat.

Kondisi ini memicu protes keras dari warga yang merasa aspirasi mereka selama enam tahun terakhir diabaikan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel).

Perwakilan warga, Heru Wahyudin, menjelaskan bahwa saat ini intensitas banjir datang sangat cepat dan tidak terduga.

​”Saya Heru dan juga beberapa warga yang ada di Gang Pinan RT 02 RW 10 melapor, seperti yang kita lihat bahwa warga sudah mulai kebanjiran sekarang. Intensitasnya cepat sekali, Sabtu kemarin juga lebih berat lagi dari ini. Saat ini malah nggak ada angin nggak ada hujan air kali kiriman menguap sehingga mengganggu warga,” ujar Heru.

Heru pun menjelaskan bahwa posisi air sungai saat ini sudah lebih tinggi dibandingkan jalanan di Gang Pinan.

Ia menekankan kepada Pemkot Tangsel untuk lakukan aksin nyata dengan dilakukan pengerukan, karena ternyata, tidak pernah ada normalisasi itu dari zaman penjajahan Belanda.

“Posisinya air kali dengan gang ini lebih tinggi di air kali, sehingga air itu mencari jalannya sendiri, ada rembesan di beberapa titik di sana. Sungai ini sejak zaman Belanda belum pernah digali, kalau bisa dikeruk ya, normalisasi lah,” keluhnya.

Selain faktor pendangkalan sungai, Heru dan warga menyoroti pembangunan perumahan di sekitar lingkungan mereka yang dianggap berdampak dengan aliran sungai yang makin mudah meluap.

Ia meminta pemerintah meninjau ulang regulasi bagi pengembang perumahan.

“Makanya coba itu pemerintah daerah arahkan lebih baik, buat aturannya, regulasinya seperti apa, solusinya seperti apa. Karena ternyata ada pembangunan perumahan yang membuat banjir tambah parah di lingkungan ini,” tambahnya.

Legislator Desak Solusi Lintas Kelurahan

Merespons situasi darurat ini, Anggota DPRD Kota Tangerang Selatan, Linda Eviyanti, melakukan inspeksi mendadak ke lokasi banjir. Ia memastikan akan membawa temuan lapangan ini untuk segera dieksekusi oleh dinas teknis terkait.

“Saya dari perwakilan DPRD Tangsel melihat langsung ke lapangan karena memang ada aduan dari masyarakat hari ini. Nanti saya akan langsung berkoordinasi kepada dinas terkait untuk dicarikan solusinya,” ungkap Linda.

Linda juga menekankan pentingnya koordinasi antara Kelurahan Ciputat dan Kelurahan Kedaung agar penanganan banjir lebih cepat dam efektif.

“Saya tadi sudah menghubungi Pak Lurah Ciputat, Iwan Angus beserta Pak Lurah Kedaung, Pak Darwin. Besok kita akan coba saling berkoordinasi untuk mencari solusi terbaik,” tegasnya.

Kebutuhan U-Ditch, Disuruh Nunggu 2 Tahun?

Tokoh Masyarakat Ciputat, Michael Delly, menambahkan bahwa masalah utama di Gang Pinan adalah ketiadaan saluran drainase permanen yang memadai.

Menurutnya, pemukiman tersebut membutuhkan sedikitnya 500 unit U-Ditch untuk mengalirkan air kiriman langsung ke saluran utama.

“Karena kurangnya U-Ditch, maka air mengalirnya ke Gang Pinan ini, jadi seperti aliran sungai saja. Jadi kami minta Pemerintah Kota soal U-Ditch ini, karena kemarin bahasa dari Dinas PU maupun Disperkimta itu disuruh nunggu dua tahun,” ungkap Delly.

Warga Gang Pinan kini hanya bisa berharap agar janji penanganan yang sudah tertunda sejak lama segera terealisasi.

Mereka menagih ketegasan Pemkot Tangsel dalam mengatur izin pembangunan perumahan agar tidak mengorbankan warga lokal yang sudah menetap lebih lama di wilayah tersebut.

Laporan: Wahyu

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version