Tintaotentik.co — Sebanyak 36 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) sudah mulai beroperasi. Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel kini fokus mempercepat pengembangan koperasi sekaligus mencari lahan untuk pembangunan gerai permanen.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Tangsel, Bachtiar Priyambodo mengatakan, operasional Koperasi Merah Putih di Tangsel dilakukan secara bertahap sejak Juli 2025 lalu.
“Sudah ada 36 koperasi yang beroperasi dan 18 masih tahap persiapan,” kata Bachtiar saat ditemui di Serpong, Kamis (21/5/2026).
Menurutnya, total terdapat 54 Koperasi Merah Putih yang telah dibentuk di seluruh kelurahan di Kota Tangsel. Seluruh koperasi tersebut juga sudah memiliki badan hukum setelah mendapat pendampingan dari Pemkot Tangsel.
Ia menjelaskan, saat ini fokus pemerintah bukan hanya pembentukan koperasi, tetapi memastikan operasional koperasi berjalan optimal dan mampu mendukung ekonomi masyarakat.
“Setelah tahapan pembentukan badan hukumnya, tahapan selanjutnya adalah operasionalisasi Koperasi Merah Putihnya,” ujarnya.
Mayoritas Koperasi Merah Putih di Tangsel yang sudah aktif bergerak di bidang kebutuhan pokok atau sembako. Langkah itu dipilih karena dinilai paling dibutuhkan masyarakat.
“Kita fokus ke sembako karena memang yang dibutuhkan warga. Harganya kita himbau lebih murah agar masyarakat bisa mendapat manfaat langsung,” ungkap Bachtiar.
Selain menawarkan harga sembako lebih terjangkau, koperasi juga diharapkan memberikan keuntungan tambahan kepada masyarakat melalui pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU) bagi anggota koperasi.
“Jadi masyarakat bukan hanya belanja murah, tapi kalau menjadi anggota nanti bisa mendapatkan SHU,” tambahnya.
Meski sudah mulai berjalan, sebagian besar koperasi masih memanfaatkan fasilitas sementara di kantor kelurahan. Dari 36 koperasi yang aktif, baru dua koperasi yang sudah memiliki gerai khusus.
Sementara itu, pemerintah pusat melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 17 Tahun 2025 tengah mempercepat pembangunan gerai permanen Koperasi Merah Putih di berbagai daerah.
Dalam program tersebut, pemerintah pusat akan membangun gerai koperasi, sedangkan pemerintah daerah bertugas menyiapkan lahan sesuai syarat yang ditentukan.
“Kebijakan pemerintah pusat berdasarkan Inpres Nomor 17 Tahun 2025, nanti gerainya akan dibangun. Tugas kami dari pemerintah daerah menyiapkan lahannya,” jelasnya.
Namun, keterbatasan lahan menjadi kendala pembangunan gerai Koperasi Merah Putih di Tangsel. Dari 54 lokasi yang disurvei, hanya dua lokasi yang memenuhi syarat luas lahan minimal 800 hingga 1.000 meter persegi.
“Karena ada persyaratan luas lahan 800 sampai 1.000 meter. Dari 54 yang kita survei, hanya dua yang lolos memenuhi syarat,” pungkas Bachtiar.
Saat ini Pemkot Tangsel masih terus melakukan pendataan dan pencarian lahan untuk mendukung pembangunan gerai permanen Koperasi Merah Putih di Kota Tangerang Selatan.
Tintaotentik.co — Sebanyak 36 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) sudah mulai beroperasi. Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel kini fokus mempercepat pengembangan koperasi sekaligus mencari lahan untuk pembangunan gerai permanen.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Tangsel, Bachtiar Priyambodo mengatakan, operasional Koperasi Merah Putih di Tangsel dilakukan secara bertahap sejak Juli 2025 lalu.
“Sudah ada 36 koperasi yang beroperasi dan 18 masih tahap persiapan,” kata Bachtiar saat ditemui di Serpong, Kamis (21/5/2026).
Menurutnya, total terdapat 54 Koperasi Merah Putih yang telah dibentuk di seluruh kelurahan di Kota Tangsel. Seluruh koperasi tersebut juga sudah memiliki badan hukum setelah mendapat pendampingan dari Pemkot Tangsel.
Ia menjelaskan, saat ini fokus pemerintah bukan hanya pembentukan koperasi, tetapi memastikan operasional koperasi berjalan optimal dan mampu mendukung ekonomi masyarakat.
“Setelah tahapan pembentukan badan hukumnya, tahapan selanjutnya adalah operasionalisasi Koperasi Merah Putihnya,” ujarnya.
Mayoritas Koperasi Merah Putih di Tangsel yang sudah aktif bergerak di bidang kebutuhan pokok atau sembako. Langkah itu dipilih karena dinilai paling dibutuhkan masyarakat.
“Kita fokus ke sembako karena memang yang dibutuhkan warga. Harganya kita himbau lebih murah agar masyarakat bisa mendapat manfaat langsung,” ungkap Bachtiar.
Selain menawarkan harga sembako lebih terjangkau, koperasi juga diharapkan memberikan keuntungan tambahan kepada masyarakat melalui pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU) bagi anggota koperasi.
“Jadi masyarakat bukan hanya belanja murah, tapi kalau menjadi anggota nanti bisa mendapatkan SHU,” tambahnya.
Meski sudah mulai berjalan, sebagian besar koperasi masih memanfaatkan fasilitas sementara di kantor kelurahan. Dari 36 koperasi yang aktif, baru dua koperasi yang sudah memiliki gerai khusus.
Sementara itu, pemerintah pusat melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 17 Tahun 2025 tengah mempercepat pembangunan gerai permanen Koperasi Merah Putih di berbagai daerah.
Dalam program tersebut, pemerintah pusat akan membangun gerai koperasi, sedangkan pemerintah daerah bertugas menyiapkan lahan sesuai syarat yang ditentukan.
“Kebijakan pemerintah pusat berdasarkan Inpres Nomor 17 Tahun 2025, nanti gerainya akan dibangun. Tugas kami dari pemerintah daerah menyiapkan lahannya,” jelasnya.
Namun, keterbatasan lahan menjadi kendala pembangunan gerai Koperasi Merah Putih di Tangsel. Dari 54 lokasi yang disurvei, hanya dua lokasi yang memenuhi syarat luas lahan minimal 800 hingga 1.000 meter persegi.
“Karena ada persyaratan luas lahan 800 sampai 1.000 meter. Dari 54 yang kita survei, hanya dua yang lolos memenuhi syarat,” pungkas Bachtiar.
Saat ini Pemkot Tangsel masih terus melakukan pendataan dan pencarian lahan untuk mendukung pembangunan gerai permanen Koperasi Merah Putih di Kota Tangerang Selatan.
