Pemkot Tangsel Gandeng 91 SMP Swasta, Siapkan Beasiswa 5.000 Siswa Gagal Lolos Negeri

0

TintaOtentik.Co – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) memberikan garansi penuh bagi calon siswa yang tidak lolos dalam seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di sekolah negeri.

Pemkot memastikan tidak akan ada anak di Tangsel yang putus sekolah dengan menyiapkan kuota beasiswa untuk ribuan pelajar.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangsel, Deden Deni, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menjalin kerja sama strategis dengan puluhan sekolah swasta yang tersebar di wilayah Tangsel untuk menampung para siswa tersebut melalui jalur beasiswa pendamping.

“Yang tidak masuk negeri akan ada beasiswa ke sekolah swasta dengan kuota 5.000 anak, dan ada 91 SMP swasta yang menjadi sekolah pendamping yang kerja sama sama Pemkot Tangsel. Sekolah tersebut juga terverifikasi akreditasinya, pembangunannya, fasilitasnya,” jelas Deden Deni saat memberikan keterangan resmi.

Kualitas Setara Negeri dan Besaran Bantuan Dana

Mengenai kualitas dan sarana prasarana di sekolah swasta pendamping, Deden memastikan bahwa Pemkot Tangsel menetapkan standar kelayakan yang sangat ketat.

Warga diminta tidak perlu khawatir karena fasilitas penunjang belajar mengajar di 91 SMP swasta tersebut dipastikan mumpuni.

“Untuk fasilitas sesuai standarisasi, kita bisa jamin secara kualitasnya, kurang lebih sama dengan sekolah-sekolah negeri yang ada di Tangsel,” tegas Deden meyakinkan.

Mengenai nilai stimulan materi yang akan diterima oleh setiap peserta didik, Deden menjabarkan bahwa skema bantuan anggaran ini dicairkan per tahun untuk setiap anak yang telah divalidasi. “Satu anak mendapatkan beasiswa sebesar 1,8 juta untuk satu tahun,” tambahnya.

Mekanisme Pendaftaran dan Sistem Alur Rekomendasi

Lebih lanjut, Deden menjelaskan bahwa alur pengajuan beasiswa ini akan diinisiasi langsung oleh pihak sekolah swasta yang telah ditunjuk, dengan prioritas utama yaitu para pendaftar yang sebelumnya tereliminasi dari jalur PPDB negeri.

“Sekolah pendamping tersebut yang mengusulkan nanti, siapa saja siswa yang masuk. Pastinya prioritas adalah calon siswa yang tidak diterima di negeri. Kuota tidak mengikat, tergantung misalnya kuota masih ada calon siswa bisa mendaftar program tersebut,” urainya.

Mengenai teknis di lapangan pasca-pengumuman kelulusan PPDB negeri, pihak sekolah negeri asal akan langsung memberikan arahan dan rekomendasi opsi sekolah swasta terdekat dari domisili calon siswa.

Kendati demikian, hak prerogatif pemilihan sekolah tetap berada sepenuhnya di tangan wali murid.

“Kan ada sekolah swasta di area masing-masing calon siswa, jadi dikembalikan oleh orang tua calon siswa ini untuk memilih, mana yang paling dekat dengan tempat tinggalnya atau sebagai macamnya. Harapannya sih nanti begitu calon siswa tidak keterima di sekolah negeri langsung diarahkan ke sekolah pendamping, untuk pilihan diserahkan ke pihak calon siswa,” kata Deden.

Di akhir penjelasannya, mengimbau kepada seluruh orang tua murid agar tidak panik atau berkecil hati apabila putra-putrinya belum beruntung menembus bangku sekolah negeri.

“Iya seperti itu (sekolah negeri merekomendasikan), dan jangan takut jika tidak diterima ke negeri dan harus ke swasta nanti akan dibantu oleh program ini,” pungkasnya.

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version