Anggaran Kelurahan Rp400 Juta, Komisi I DPRD Tangsel Ingatkan Standar Pelayanan Diutamakan!

0

TintaOtentik.Co – Alokasi anggaran kelurahan di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang kini berada di kisaran Rp400 juta per mendapat sorotan dari DPRD Tangsel.

Ketua Komisi I DPRD Tangsel, Ledy Butar Butar, meminta adanya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja dan penyerapan anggaran di tingkat kelurahan.

Menurutnya, dari hasil pengawasan DPRD Tangsel sejauh ini, kualitas pelaksanaan program kerja di tingkat kelurahan masih belum sepenuhnya optimal.

“Sepertinya kegiatan yang dilakukan oleh kelurahan itu kalau kita melihat memang ada yang sudah cukup baik, ada yang masih memerlukan evaluasi,” kata Ledy saat dikonfirmasi, Kamis (30/7).

Melihat besaran anggaran tersebut, Ledy berpesan agar pihak kelurahan tidak menurunkan standar pelayanan.

Sebaliknya, Ledy menekankan 54 kelurahan yang ada di Kota Tangsel untuk melakukan percepatan dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

“Komisi I memberikan pesan kepada kelurahan untuk bisa terus meningkatkan kinerjanya dengan baik dalam melakukan percepatan pelayanan publik yang lebih komunikatif dan responsif,” tegas Ledy.

Selain menyoroti efektivitas pelayanan, menurutnya, Komisi I DPRD Tangsel juga mewanti-wanti potensi penyelewengan dana kelurahan.

Lebih lanjut, Ledy menekankan pentingnya perencanaan kegiatan yang matang dan terukur sejak awal.

Guna memperkuat tata kelola anggaran dan meminimalisasi risiko penyimpangan, pihak DPRD juga telah meminta BKPSDM Kota Tangsel untuk turut meningkatkan pembinaan sumber daya manusia (SDM) di lingkungan kelurahan.

“Kegiatan itu harus berbasis perencanaan yang lebih baik dan kita juga sudah minta kepada BKPSDM untuk melakukan pembinaan,” pungkas Ledy.

Anggaran Kelurahan Tangsel Habiskan Rp400 Jutaan, Klaim Fokus Biopori

Diberitakan sebelumnya Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Ciputat Timur, Fiqri Yanuardi Putra, mengatakan bahwa berdasarkan efisiensi anggaran daerah pada APBD Kota Tangsel 2026, alokasi dana untuk tingkat kelurahan kini berada di kisaran Rp400 jutaan.

Sementara itu, di tahun anggaran sebelumnya, 54 kelurahan di Kota Tangerang Selatan masing-masing mendapatkan kucuran dana sebesar kurang lebih Rp800 juta.

Fiqri meneruskan, adanya penurunan anggaran yang berdampak langsung pada operasional dan program kerja di tingkat kelurahan.

“Ada penurunan, ada efisiensi. Karena kan dari APBD ada efisiensi secara global, yang pada akhirnya berdampak kepada kelurahan maupun kecamatan,” ujar Fiqri saat dikonfirmasi, Kamis (30/7).

Menurut Fiqri, alokasi anggaran kelurahan tahun ini difokuskan pada sejumlah program strategis yang menjadi prioritas pembangunan Kota Tangerang Selatan.

Salah satu fokus utama Pemkot Tangsel, menurut Fiqri, adalah penanganan masalah lingkungan melalui pembuatan lubang resapan biopori di beberapa titik rawan banjir.

“Buat tahun ini, sementara kita mengalokasikan ke beberapa kegiatan, salah satunya itu yang termasuk Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) itu pemasangan biopori karena itu masuk RPJMD wali kota dan wakil wali kota,” terang Fiqri.

Fiqri melanjutkan, langkah ini diambil sebagai langkah konkret penanganan krisis sampah dan banjir di wilayah Kota Tangerang Selatan.

Ia menegaskan bahwa program biopori telah ditetapkan sebagai prioritas utama di seluruh kelurahan di Kota Tangerang Selatan.

Laporan: iwan

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version