Bahas RUU Pemilu, Golkar-PKS Sepakat Naikkan Ambang Batas Parlemen Jadi 5 Persen

0

TintaOtentik.co – Peta politik nasional menjelang pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu mulai memanas.

Dewan Pimpinan Tingkat Pusat (DPTP) PKS menggelar pertemuan tertutup dengan pengurus DPP Partai Golkar guna menguatkan barisan koalisi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Senin (14/9/2026) malam.

Selain mempertegas komitmen dukungan politik, kedua partai elite ini mencapai kesepakatan krusial terkait revisi ambang batas parlemen (parliamentary threshold).

Golkar dan PKS sepakat untuk menaikkan ambang batas kelulusan partai ke Senayan dari yang semula 4 persen menjadi 5 persen.

Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, membenarkan adanya pemahaman bersama tersebut dalam merespons opsi perubahan regulasi pemilu yang tengah digodok Komisi II DPR RI.

“Misal tentang parliamentary threshold. Kita bersepaham di angka yang moderat saja, kira-kira 5 persen,” kata Sarmuji, Selasa (15/9/2026).

Dalam kesempatan terpisah, Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia mengapresiasi peran strategis PKS dalam barisan koalisi pendukung pemerintah.

Bahlil menekankan pentingnya reformasi sistem pemilu agar tidak sekadar menjadi ajang perebutan kursi, tetapi mampu melahirkan legislator yang mumpuni.

“Kita ingin suatu sistem pemilu yang tetap mencerminkan suara rakyat, tetapi juga memungkinkan hadirnya anggota DPR yang berkualitas,” tegas Bahlil.

Dari kubu PKS, Presiden PKS Al Muzammil Yusuf menegaskan komitmen partainya untuk mengawal seluruh program prioritas Prabowo-Gibran.

Ia menepis keraguan publik terkait posisi PKS di dalam kabinet, seraya memuji pendekatan Prabowo terhadap kelompok keagamaan.

“Pernah ada yang menanyakan keberadaan PKS di koalisi pemerintahan Prabowo-Gibran. Saya jawab, karena Pak Prabowo sangat akomodatif terhadap persoalan umat dan tidak pernah menyudutkan umat,” ujar Muzammil.

Muzammil menambahkan, silaturahmi politik ke Markas Golkar menjadi modal penting untuk mempererat sinergi sesama partai koalisi dalam mengawal agenda-agenda kebangsaan ke depan.

“PKS datang ke Partai Golkar karena kedekatan personal dan kesamaan pandang tentang Indonesia. Saya yakin banyak hal bisa dikerjasamakan dengan Partai Golkar,” pungkasnya.

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version