TintaOtentik.Co – Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menunjukkan peningkatan yang positif pada tahun 2025. Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Tangsel, Eki Herdiana, mengungkapkan bahwa capaian PAD dari PBB mencapai Rp 486 Miliar, menandai kenaikan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Eki menjelaskan bahwa meskipun sebagian besar target telah terpenuhi, masih terdapat sedikit sisa tunggakan PBB yang belum dibayarkan oleh wajib pajak.
Peningkatan Signifikan Mencapai 5 Persen
Berdasarkan data yang disampaikan oleh Eki Herdiana, realisasi PAD dari PBB di tahun 2025 berhasil melampaui capaian tahun sebelumnya.
“Realisasi di tahun 2024 sebesar Rp 462 Miliar, dan di tahun 2025 sebesar Rp 486 Miliar. Jadi, capaiannya dibanding tahun sebelumnya yaitu Rp 24 miliar, berarti peningkatan sekitar 5%,” jelas Eki.
Eki optimistis bahwa potensi peningkatan ini dapat terus dikembangkan. Ia berkomitmen untuk terus berupaya menaikkan tingkat kolektabilitas atau daya tagih pajak di masa mendatang.
“Akan kita coba naikkan lagi kembali kolektabilitasnya,” ujarnya.
Strategi ‘Jemput Bola’ dan Pendekatan Humanis
Dalam pendekatan kolektibilitas kepada masyarakat, Bapenda juga melakukan program penagihan ‘jemput bola’ seperti “Pentungan” yang dilakukan secara door-to-door ke rumah masyarakat.
Sekretaris Bapenda Tangsel, Rahayu Sayekti, mengatakan ini merupakan formula yang baik dalam menjelaskan dan bersosialisasi kepada masyarakat langsung di lapangan, dengan mengedepankan tata cara yang baik dan pertimbangan humanis.
“Ya dengan tata cara yang baik, hingga kita bisa menyentuh langsung ke masyarakat terkait pembayaran PBB,” tutur Ayu.
Pajak Hotel di Tangsel Masih Ada yang Nunggak?
Lalu, ketika ditanya mengenai potensi tunggakan pajak dari sektor perhotelan, Ayu menyatakan bahwa data terbaru perlu diverifikasi ulang. Namun, ia meyakini bahwa target penerimaan pajak hotel sudah terlampaui.
“Data untuk hotel mesti di cek kembali, tapi untuk target sudah terlampaui. Nanti di cek kembali yang masih nunggak, tapi sepertinya tidak ada yang nunggak, karena mereka real time pembayarannya untuk pajak hotel, tapi nanti akan kami cek kembali,” pungkas Ayu.
Laporan: iwanpose

