TintaOtentik.Co – Isu mengenai hilangnya bahan bakar jenis Pertalite di wilayah Jabodetabek belakangan ini memicu perbincangan hangat di tengah masyarakat.
Namun, penelusuran lebih lanjut menunjukkan bahwa fenomena ini bukanlah bentuk penghapusan produk secara nasional, melainkan dampak dari adanya perubahan segmentasi layanan pada beberapa titik distribusi Pertamina.
Sejumlah stasiun pengisian di Jakarta kini terpantau mulai bertransformasi menjadi gerai khusus produk non-subsidi.
Langkah ini diambil seiring dengan program peningkatan kualitas layanan melalui konsep yang disebut sebagai “SPBU Signature”.
Pada titik-titik ini, konsumen tidak akan lagi menemukan ketersediaan Pertalite maupun Solar subsidi karena operasionalnya memang didesain secara eksklusif.
Pihak PT Pertamina Patra Niaga menegaskan bahwa ketiadaan Pertalite di lokasi-lokasi tertentu merupakan konsekuensi dari perubahan status stasiun pengisian tersebut.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth M.V. Dumatubun, memberikan klarifikasi bahwa penghentian layanan subsidi di lokasi tersebut bersifat spesifik karena mengikuti standar operasional baru.
“SPBU tersebut beralih mengajukan program peningkatan status untuk menjadi SPBU Signature, SPBU Signature memang tidak menjual BBM subsidi,” ungkap Roberth M.V. Dumatubun.
Transformasi menjadi SPBU Signature ini diklaim bertujuan untuk memberikan standar kenyamanan dan fasilitas pendukung yang lebih premium bagi pelanggan.
Jadi, absennya Pertalite di titik-titik tersebut adalah bagian dari strategi pengembangan jaringan distribusi untuk memisahkan layanan subsidi dan komersial demi kenyamanan pengguna jasa.
Sejauh ini, perubahan status layanan yang tidak lagi menyediakan Pertalite terpantau di beberapa lokasi strategis di Jakarta Barat dan Jakarta Selatan, di antaranya:
- Wilayah Slipi (Jakarta Barat): SPBU 3111401 di Jalan S. Parman No.70.
- Wilayah Kebayoran (Jakarta Selatan): SPBU 3112204 di Jalan Sultan Iskandar Muda.
- Wilayah Cilandak (Jakarta Selatan): SPBU 3112401 di Jalan Fatmawati No.6.
Masyarakat diimbau untuk tidak panik, karena ketersediaan Pertalite tetap dapat diakses di jaringan SPBU reguler lainnya yang tidak bertransformasi menjadi kategori Signature.
Laporan: Tim
