Coret Anak Orang Kaya dari MBG, Menkeu Tunggu Skema Teknis Badan Gizi Nasional

0

TintaOtentik.co – Wacana pengecualian anak-anak dari kelompok keluarga mampu (desil atas) sebagai penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) kian menguat.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai opsi memangkas kuota penerima dari golongan kaya berpotensi besar memberi celah penghematan bagi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Meskipun menyambut baik peluang efisiensi tersebut, Purbaya menegaskan bahwa otoritas teknis dan skema seleksi sepenuhnya berada di tangan Badan Gizi Nasional (BGN).

“Saya tidak tahu detailnya seperti apa, saya harus tanya ke Kepala BGN bagaimana prosedurnya. Itu kan mereka yang kendalikan sepenuhnya,” tegas Purbaya saat ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (23/7/2026).

Purbaya mengestimasi, opsi pengecualian ini kemungkinan besar menyasar sekolah-sekolah swasta elite atau lembaga pendidikan yang didominasi oleh keluarga berada.

“Kalau anak orang kaya berarti sekolah yang bagus-bagus, kaya-kaya. Mungkin nanti kalau meka bilang mereka tidak mau, ya sudah,” tuturnya.

Mengenai wacana spesifik eliminasi kelompok masyarakat kelas atas, khususnya kategori desil 8 hingga 10 dari daftar sasaran MBG, Purbaya mengaku Kemenkeu masih menunggu hitung-hitungan resmi dan basis data dari BGN.

Ia menekankan bahwa pengurangan jumlah sasaran ini murni sebuah bentuk penghematan anggaran belanja negara, bukan pemotongan paksa terhadap alokasi program prioritas.

“Pasti ada kurang [anggarannya], penghematan lah, bukan pemotongan. Tapi tergantung mereka [BGN] gimana teknisnya nanti,” tutup Purbaya.

Langkah BGN menyeleksi ulang sasaran penerima MBG sejatinya sejalan dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto.

Dalam kunjungannya ke Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Leato Selatan, Gorontalo, medio Mei lalu, Prabowo menegaskan bahwa program MBG pada dasarnya difokuskan untuk sekolah dan siswa yang benar-benar membutuhkan, tanpa ada unsur pemaksaan bagi kelompok mampu.

“Tahun ini semua sekolah yang merasa perlu akan kita berikan MBG. Yang tidak perlu enggak apa-apa. Kalau anak-anak orang kaya enggak perlu, enggak apa-apa. Tidak dipaksa. Kita ingin anak-anak kita kuat, anak-anak kita semangat, pintar, rajin belajar,” tegas Prabowo, Jumat (10/5/2026).

Saat ini BGN tengah menguji kelayakan wacana tersebut demi mendorong azas ketepatan sasaran.

Wakil Kepala BGN, Trenggono, membenarkan bahwa formulasi batasan ekonomi penerima sedang dimatangkan.

Ia menargetkan proses kajian teknis, baik penetapan indikator desil ekonomi maupun kategorisasi sekolah dapat tuntas dalam kurun satu bulan ke depan berbarengan dengan pembenahan menyeluruh tata kelola MBG.

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version