Dapur MBG yang Abai Kembalikan Uang Negara, Disanksi Suspen Permanen

0

TintaOtentik.co – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, melayangkan peringatan keras kepada seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau fasilitas dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mangkir dari kewajiban pengembalian kelebihan dana temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.

Tak tanggung-tanggung, BGN memastikan tidak akan memberi ruang toleransi bagi dapur-dapur nakal yang gagal menuntaskan kewajiban fiskal tersebut.

Pernyataan tegas ini disampaikan Sudaryono di sela-sela agenda peresmian dapur SPPG serentak yang menyasar kawasan Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) serta wilayah dengan tingkat prevalensi stunting tinggi di Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh, Rabu (14/10/2026).

Saat disinggung mengenai eskalasi sanksi terberat bagi fasilitas yang membandel, ia menegaskan opsi pembekuan total.

“Ya disuspen, suspen permanen dong. Itu kan kewajiban, ya. Itu kan uang rakyat itu,” tegas Sudaryono di hadapan para awak media.

Sudaryono memaparkan, BGN telah memberikan tenggat waktu yang jelas hingga penghujung tahun anggaran berjalan, yakni akhir Desember 2026.

Apabila batas waktu krusial tersebut terlewat tanpa ada penyelesaian administratif dan finansial, operasional dapur bersangkutan dipastikan gugur untuk tahun anggaran berikutnya.

“Kan ada batas waktunya sampai dengan akhir Desember dong, ya. Karena kalau sudah lewat Desember ke Januari tahun depan, kan sudah tahun buku yang berbeda,” urai Sudaryono.

“Nah, kalau sampai dengan akhir tahun nggak dibereskan, ya mohon maaf, bukan saya yang salah, ya. Ya kita harus coret, kan,” imbuhnya dengan nada lugas.

Mantan Wakil Menteri Pertanian ini menekankan bahwa tata kelola keuangan negara dalam program strategis nasional tidak boleh dikelola secara sembarangan.

Pasalnya, aliran dana yang dikucurkan bersumber langsung dari kantong publik yang pertanggungjawabannya bersifat mutlak, baik secara administratif kedinasan maupun moral.

“Jadi pengelolaan uang negara ini enggak bisa main-main, ya. Ini uang rakyat, pertanggungjawabannya dunia-akhirat. Kita ngomong akhirat berat, jangankan akhirat, di dunia saja sudah berat karena ini pertanggungjawabannya berat,” ujar Sudaryono.

Sebagai bentuk akuntabilitas sekaligus keterbukaan informasi kepada masyarakat, BGN berencana mempublikasikan daftar unit dapur MBG yang dikenakan sanksi suspensi secara transparan melalui portal situs resmi instansi mulai pekan depan.

Langkah ini diambil agar publik dapat memantau rekam jejak serta alasan di balik penindakan suatu fasilitas pelayanan gizi.

“Dapur bukan ditutup karena Pak Daryono nggak suka, bukan. Tapi dapur ditutup pasti ada sebabnya. Sebabnya apa, ditutup sementaranya berapa lama, itu kita ingin lebih jelas. Kita perbaiki semua,” pungkasnya.

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version