Gelontorkan Rp140 Miliar, Pemkot Tangsel Kejar Target Pembebasan Lahan PSEL

0

TintaOtentik.Co – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) terus memacu proyek strategis Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) di Cipeucang.

Demi memuluskan mega proyek yang diproyeksikan mulai berjalan pada Agustus 2026 tersebut, anggaran fantastis senilai Rp140 miliar disiapkan khusus untuk pembebasan lahan warga di sekitar lokasi.

Kepala Bidang Pertanahan dan Pemakaman Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimta) Kota Tangsel, Agus Mulyadi, mengungkapkan bahwa saat ini timnya tengah bekerja keras di lapangan untuk merampungkan segala urusan administrasi dan teknis lahan.

“Pada saat ini progresnya masih dalam tahap persiapan, kita terus menjalankan proses tahap persiapan ini,” ujar Agus Mulyadi saat memberikan keterangan terkait progres terbaru di lapangan.

Terkait besaran dana yang dialokasikan negara untuk mengganti rugi lahan terdampak, Agus menyebutkan angka yang cukup besar.

Hal ini menunjukkan keseriusan Pemkot Tangsel dalam menyelesaikan masalah sampah melalui teknologi PSEL yang juga tengah digencarkan di berbagai kota lain di Indonesia.

“Kurang lebih Rp140 miliar,” ungkapnya singkat saat dikonfirmasi mengenai besaran anggaran pembebasan lahan tersebut.

Meski anggaran sudah terplot, pihak Disperkimta masih enggan merinci berapa luas lahan pasti serta jumlah Kepala Keluarga (KK) yang akan terkena dampak langsung dari pembebasan ini.

Agus menyatakan pihaknya perlu melakukan validasi data agar tidak terjadi kesalahan di kemudian hari.

“Kalau untuk itu kita akan klarifikasi kembali terkait lahan-lahan yang akan kita bebaskan, ini kan sedang dalam proses ya, nanti kita akan beritahukan untuk lebih lanjut lagi,” jelasnya.

Dengan target proyek yang harus mulai berjalan pada Agustus 2026, tekanan untuk menyelesaikan pembebasan lahan kian terasa.

Saat ditanya mengenai kepastian waktu penyelesaian, Agus menegaskan komitmennya untuk bekerja sesuai dengan timeline yang telah ditetapkan oleh pemerintah kota.

“Ya mudah-mudahan secepatnya kita selesaikan. Kita usahakan secepatnya, mudah-mudahan secepatnya selesai sesuai target,” pungkas Agus optimis terkait target penyelesaian sebelum atau tepat pada Agustus 2026 mendatang.

Keberhasilan pembebasan lahan ini menjadi kunci utama bagi keberlanjutan proyek PSEL Tangsel, mengingat masalah sampah di wilayah penyangga ibu kota ini sudah mencapai titik krusial yang membutuhkan solusi teknologi segera.

Laporan: iwan

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version