TintaOtentik.co – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memberikan kabar positif mengenai ketahanan energi nasional.
Di tengah gejolak pasar minyak dunia, Airlangga menegaskan bahwa Indonesia kini telah mampu memenuhi kebutuhan solar secara mandiri atau swasembada.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam agenda media gathering yang berlangsung di Jakarta. “Dari segi bahan bakar, swasembada solar,” ucap Airlangga di Kantor Menko Perekonomian, Senin (16/3/2026).
Data Neraca dan Peran Biodiesel B40
Capaian swasembada ini didasarkan pada perhitungan neraca solar nasional yang menunjukkan angka surplus sebesar 4,84 juta kilo liter.
Berdasarkan data teknis, total produksi solar Indonesia mencapai 43,94 juta kilo liter, sementara tingkat konsumsi domestik berada di angka 39,1 juta kilo liter.
Airlangga menjelaskan bahwa salah satu faktor penentu di balik surplus ini adalah keberhasilan implementasi program bahan bakar nabati B40. “Jadi untuk solar kita sudah swasembada, sudah surplus,” imbuh Airlangga.
Strategi Menghadapi Konflik Timteng
Kondisi surplus ini menjadi benteng penting bagi ekonomi Indonesia, mengingat harga minyak mentah dunia tengah melambung tinggi.
Kenaikan harga tersebut turut mendongkrak Harga Minyak Mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) akibat gangguan distribusi di Selat Hormuz sebagai imbas dari eskalasi konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
Guna mengantisipasi risiko kelangkaan minyak akibat terhambatnya rantai pasok global, Presiden Prabowo Subianto telah mengeluarkan instruksi khusus kepada jajaran kabinet.
“Kemudian kemarin juga ada arahan Bapak Presiden terkait dengan dampak perang Iran AS dan Israel. Ini untuk mempercepat ketersediaan BBM serta mengambil langkah untuk penghematan konsumsi BBM,” pungkas Airlangga.
