Tintaotentik.co – Lembah Tidar kembali menjadi saksi penggodokan kepemimpinan nasional. Kali ini, sebanyak 500 Ketua DPRD dari seluruh penjuru Indonesia berkumpul di kompleks Akademi Militer (Akmil) Magelang untuk mengikuti Retret Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD).
Kegiatan yang dibuka secara resmi pada Kamis (16/4/2026) ini bertujuan untuk menyelaraskan frekuensi antara kebijakan pemerintah pusat dan daerah.
Gubernur Lemhannas RI, Ace Hasan Syadzily, menegaskan bahwa peran legislatif di tingkat daerah tidak bisa dipandang sebelah mata.
DPRD merupakan pilar strategis dalam menyeimbangkan fungsi anggaran, regulasi, hingga pengawasan birokrasi di daerah.
“Penting bagi para pimpinan DPRD memiliki pemahaman yang utuh terkait tujuan nasional dan wawasan kebangsaan,” tegas Ace Hasan di tengah suasana militeristik Akmil Magelang.
Selama lima hari ke depan, para pimpinan legislatif tingkat provinsi, kabupaten, dan kota ini akan menjalani proses pemantapan nilai-nilai kebangsaan yang intensif.
Ace berharap, atmosfer Lembah Tidar mampu mengalibrasi ulang karakter para pimpinan dewan agar lebih mengedepankan kepentingan bangsa di atas kepentingan kelompok.
“Program ini diikuti kurang lebih 500 pimpinan DPRD dari seluruh Indonesia untuk mengikuti kursus pemantapan nilai-nilai kebangsaan,” jelasnya. Ace menambahkan bahwa target utamanya adalah melahirkan pimpinan legislatif yang memiliki integritas tinggi dan berkarakter negarawan.
Materi yang diberikan tidak hanya sebatas pada empat konsensus dasar kebangsaan (Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika). Para peserta juga akan dibekali pemahaman mengenai dinamika geopolitik global yang kian kompleks.
Hal ini dianggap krusial agar para ketua DPRD memiliki sudut pandang yang komprehensif dalam mengambil keputusan di daerah masing-masing.
Lemhannas memproyeksikan, melalui retret ini, kapasitas kepemimpinan para ketua dewan akan semakin kuat dan holistik. Dengan begitu, sinergi pembangunan antara daerah dan nasional dapat berjalan selaras tanpa sekat visi.
“Kami berharap para pimpinan daerah memiliki perspektif yang lebih komprehensif dalam menjalankan tugasnya, terutama dalam menghadapi tantangan pembangunan baik di level daerah maupun nasional,” pungkas Ace.
Laporan: Tim
