Masa Depan Pemuda Diantara Regulasi dan Implementasi: KNPI Tangsel Dorong Keberpihakan Pemkot

0

TintaOtentik.Co – Masa depan pemuda Kota Tangerang Selatan dengan gagasan-gagasan dari DPD KNPI Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mulai didiskusikan lebih tajam.

Dalam diskusi publik bertajuk “Masa Depan Pemuda Tangsel: Antara Regulasi, Implementasi, dan Keberpihakan Pemerintah” yang digelar di Sekretariat DPD KNPI Tangsel, Community Center Pamulang, Selasa (12/5/2026), mengemuka sejumlah desakan krusial terkait ruang aspirasi dan infrastruktur kepemudaan.

Acara yang berlangsung hangat ini menghadirkan dua tokoh kunci, yakni Anggota DPRD Kota Tangsel, Syamsul Hariyanto, dan Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Kadispora) Kota Tangsel, Mukroni.

Apakah Musrenbang Pemuda Tingkat Wilayah adalah Kebutuhan?

Salah satu isu sentral yang mencuat adalah usulan mengenai perlunya prakondisi berupa Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat wilayah sebelum masuk ke tingkat kota.

Perwakilan KNPI menilai, langkah ini penting untuk menyerap suara dari akar rumput yang memiliki latar belakang beragam, mulai dari pemuda intelektual (OKP), akademisi, pemuda sosial di tingkat kecamatan, hingga pemuda berprestasi.

Menanggapi hal tersebut, Anggota DPRD Kota Tangsel, Syamsul Hariyanto, menyatakan dukungan penuh. Ia berkomitmen untuk mendorong setiap aspirasi pemuda dari lingkungan terbawah agar mendapatkan porsi perhatian di tingkat legislatif.

Namun, realitas juga diungkapkan oleh Kadispora Tangsel, Mukroni. Ia mengakui bahwa prakondisi Musrenbang sangat diperlukan, namun saat ini terkendala oleh efisiensi anggaran.

“Kami memahami prakondisi ini harus diadakan, tetapi saat ini masih terkendala alokasi anggaran. Sebelumnya, anggaran hibah untuk pemuda berkisar di angka Rp5 miliar, namun saat ini menjadi nol karena situasi efisiensi yang sedang berjalan,” jelas Mukroni secara transparan.

Meski demikian, Mukroni akan terus mencari solusi dari masalah tersebut dan meminta para pengurus Kecamatan (PK) KNPI tidak patah arang. Ia mendorong pemuda aktif berkoordinasi melalui jalur struktural hingga tingkat kelurahan.

Yang nantinya, para pemangku kebijakan di Tangsel tidak akan tinggal diam dan ikut bersinergi menjemput suara-suara aspirasi pemuda di tingkat wilayah ini.

Senada dengan Mukroni, Bang Atul, Sapaan Akrab Syamsul Hariyanto juga mengatakan jangan sampai ide ini hanya dibebankan kepada KSB saja.

“Pemerintah siap jemput bola dan memfasilitasi nantinya. Teman-teman PK harus aktif, jangan semua beban ditumpukan kepada KSB (Ketua, Sekretaris, Bendahara) saja,” tutur Bang Atul.

Gedung Pemuda Bukan hanya Ruang, ini adalah Legacy

Tak hanya soal anggaran kegiatan, isu infrastruktur juga dibahas dalam diskusi ini. Ketua DPD KNPI Tangsel, Sopian Hadi Permana, mengingatkan bahwa pemuda butuh “Rumah” yang representatif.

Ia mengutarakan kondisi Sekretariat KNPI saat ini yang terpencil, minim fasilitas, dan sulit diakses karena kemacetan di area Community Center Pamulang.

“Gedung Pemuda bukan sekadar bangunan fisik, itu adalah jantung ekosistem bagi para pemuda di Kota Tangsel agar tidak terpecah dan bingung harus ke mana saat ingin merumuskan ide, karya, dan agenda besar,” tegas Sopian.

Ia mendesak agar kajian administratif pembangunan Gedung Pemuda segera dikoordinasikan dengan instrumen Pemkot lainnya.

Desakan ini disambut positif oleh Bang Atul. Ia menilai Gedung Pemuda akan menjadi legacy atau warisan penting bagi generasi mendatang.

“Saya setuju kita dorong bersama. Apalagi Pak Kadispora ini warga asli Tangsel yang hafal permasalahan di sini. Kita beri waktu beliau untuk beradaptasi dan melancarkan aksinya,” ujar Bang Atul.

Menyambut hal tersebut, Kadispora Mukroni akan berusaha akan menjalin komunikasi lintas dinas untuk mempersiapkan kebutuhan pembangunan, mulai dari ketersediaan lahan hingga aspek teknis lainnya.

“Apa yang disampaikan Sopian dan teman-teman KNPI ini merupakan gagasan yang baik. Kami mengerti pentingnya gedung ini sebagai ruang dan legacy pemuda di Tangsel,” pungkasnya.

Laporan: Redaksi

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version