Miris! Atlet Bela Indonesia di Swedia Gagal Masuk SMA Negeri di Tangsel

0

TintaOtentik.Co – Prestasi hingga level internasional ternyata belum menjadi jaminan diterima di sekolah negeri. Hal itu dialami Bunga Sekar Anjani, atlet sepak bola putri asal Tangerang Selatan yang baru saja mewakili Indonesia dalam turnamen Meet the World with SQF di Swedia.

Bunga mengikuti Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) melalui jalur prestasi nonakademik. Ia sempat mendaftar ke SMAN 2 Tangerang Selatan sebelum dialihkan ke SMAN 7 Tangerang Selatan. Namun, saat pengumuman hasil seleksi, namanya dinyatakan tidak lolos.

Kegagalan tersebut membuat sang ibu, Suryanah, mengaku sangat terpukul. Ia mengaku tak kuasa menahan air mata sejak mengetahui putrinya tidak diterima di SMA Negeri.

Menurut Suryanah, keluarga telah memberikan dukungan penuh agar Bunga dapat mengembangkan bakatnya hingga mampu mengenakan seragam Tim Indonesia di ajang internasional. Namun, perjuangan itu belum mampu mengantarkan putrinya memperoleh bangku di sekolah negeri melalui jalur prestasi.

Ia khawatir kondisi tersebut dapat memengaruhi semangat Bunga untuk terus berkarier sebagai atlet. Di sisi lain, pilihan sekolah yang tersedia kini semakin terbatas karena sebagian besar sekolah swasta telah menutup masa pendaftaran.

Suryanah berharap putrinya tetap dapat melanjutkan pendidikan di SMA agar jadwal belajar dapat berjalan seiring dengan latihan dan pertandingan. Menurutnya, apabila masuk SMK, beban praktik dikhawatirkan akan berbenturan dengan agenda kompetisi yang harus dijalani sebagai atlet.

Ia juga berharap Pemerintah Provinsi Banten memberikan perhatian lebih terhadap atlet berprestasi, khususnya dari cabang olahraga beregu yang telah membawa nama daerah maupun Indonesia di tingkat internasional.

Sementara itu, Wakil Ketua PSSI Kota Tangerang Selatan, Iyon, menilai persoalan tersebut perlu menjadi bahan evaluasi. Menurutnya, pembinaan atlet tidak hanya berfokus pada peningkatan prestasi, tetapi juga harus didukung dengan akses pendidikan yang memadai.

Ia mengatakan PSSI Kota Tangerang Selatan telah melahirkan sejumlah atlet yang mampu bersaing di tingkat nasional. Karena itu, ia menyayangkan jika atlet berprestasi justru mengalami kesulitan saat mengikuti jalur prestasi nonakademik.

Iyon mengungkapkan, pihaknya telah mengirimkan surat kepada Dinas Pendidikan Provinsi Banten yang turut didukung surat pengantar dari KONI sebagai bentuk dukungan terhadap proses penerimaan atlet. Namun, menurutnya, sistem digitalisasi SPMB masih membingungkan banyak orang tua sehingga perlu dievaluasi.

PSSI Kota Tangerang Selatan berharap Pemerintah Provinsi Banten, termasuk Gubernur Andra Soni, dapat meninjau kembali mekanisme penerimaan jalur prestasi nonakademik agar benar-benar memberikan ruang yang adil bagi atlet yang telah mengharumkan nama daerah dan Indonesia.

Kasus yang dialami Bunga Sekar Anjani kini menjadi perhatian publik dan memunculkan pertanyaan, apakah mekanisme SPMB jalur prestasi nonakademik saat ini sudah mampu mengakomodasi atlet berprestasi yang telah mengharumkan nama bangsa di tingkat internasional.

Laporan: iwan

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version