Tak Mengeles Biaya PSEL Tangsel Rp140 Miliar, Wali Kota Benyamin: Insya Allah Cukup

0

TintaOtentik.Co – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) mengalokasikan anggaran sebesar Rp140 miliar dari APBD murni tahun 2026 untuk membebaskan lahan proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di Cipeucang.

Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, menyatakan bahwa alokasi tersebut disiapkan untuk membebaskan lahan seluas kurang lebih 2,4 hektare yang telah mendapat penetapan lokasi dari Kementerian Lingkungan Hidup.

“Ada Rp140 miliar sudah kita siapkan, insyaallah cukup. Kalau belum cukup, saya minta Pak Sekda tambah lagi di APBD perubahan,” ujar Benyamin di Serpong, Selasa (21/7/2026).

Benyamin menjelaskan, saat ini tahapan PSEL telah memasuki proses sosialisasi kepada masyarakat yang rumah atau tanahnya terdampak.

Hasil sosialisasi tersebut nantinya akan menjadi panduan bagi tim appraisal independen yang ditunjuk untuk menentukan nilai ganti rugi, mulai dari harga tanah per meter hingga bangunan di atasnya.

Menurutnya, Pemkot Tangsel tidak serta-merta mematok harga tunggal berdasarkan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) secara sepihak.

Tim appraisal, lanjut Benyamin, akan menggunakan kalkulasi profesional yang menggabungkan NJOP, harga pasar, serta parameter ekonomi mutakhir sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Nanti, itu akan ditentukan tim appraisal. Jadi, patokannya bisa NJOP, harga pasar, itu nanti ada rumusnya yang dimiliki oleh tim appraisal independen,” tegasnya.

Ia pun mengaku telah menginstruksikan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangsel untuk menggelar musyawarah terlebih dahulu bersama tim appraisal sebelum melangkah ke tahap pembayaran ganti rugi.

Benyamin melanjutkan, seluruh proses pembebasan tanah ditargetkan selesai pada tahun ini guna mempercepat kesiapan groundbreaking dan konstruksi PSEL.

Selain kebutuhan lahan utama seluas 2,4 hektare, Pemkot Tangsel juga mengonfirmasi telah mengamankan lahan seluas 2,2 hektare yang diperuntukkan khusus sebagai area penampungan abu sisa pembakaran sampah atau Fly Ash and Bottom Ash (FABA).

“Luas total kurang lebih 2,4 hektare yang masih kita butuhkan. Tapi, kita sudah punya juga 2,2 hektare untuk menempatkan, menyimpan FABA-nya. Sudah ada 2,2 hektare,” pungkas Benyamin.

Sebelumnya diberitakan Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) terus memacu proyek strategis Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) di Cipeucang.

Demi memuluskan mega proyek yang diproyeksikan mulai berjalan pada Agustus 2026 tersebut, anggaran fantastis senilai Rp140 miliar disiapkan khusus untuk pembebasan lahan warga di sekitar lokasi.

Kepala Bidang Pertanahan dan Pemakaman Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimta) Kota Tangsel, Agus Mulyadi, mengungkapkan bahwa saat ini timnya tengah bekerja keras di lapangan untuk merampungkan segala urusan administrasi dan teknis lahan.

“Pada saat ini progresnya masih dalam tahap persiapan, kita terus menjalankan proses tahap persiapan ini,” ujar Agus Mulyadi saat memberikan keterangan terkait progres terbaru di lapangan.

Terkait besaran dana yang dialokasikan negara untuk mengganti rugi lahan terdampak, Agus menyebutkan angka yang cukup besar.

Hal ini menunjukkan keseriusan Pemkot Tangsel dalam menyelesaikan masalah sampah melalui teknologi PSEL yang juga tengah digencarkan di berbagai kota lain di Indonesia.

“Kurang lebih Rp140 miliar,” ungkapnya singkat saat dikonfirmasi mengenai besaran anggaran pembebasan lahan tersebut.

Meski anggaran sudah terplot, pihak Disperkimta masih enggan merinci berapa luas lahan pasti serta jumlah Kepala Keluarga (KK) yang akan terkena dampak langsung dari pembebasan ini.

Agus menyatakan pihaknya perlu melakukan validasi data agar tidak terjadi kesalahan di kemudian hari.

“Kalau untuk itu kita akan klarifikasi kembali terkait lahan-lahan yang akan kita bebaskan, ini kan sedang dalam proses ya, nanti kita akan beritahukan untuk lebih lanjut lagi,” jelasnya.

Laporan: iwan

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version