Pendapatan Danantara Meroket 400 Persen! Presiden Prabowo: Tetap Lakukan Audit Ketat

0

TintaOtentik.co – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) menorehkan catatan performa yang mencolok dalam perjalanannya.

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa berdasarkan laporan yang diterimanya, pendapatan lembaga pengelola kekayaan negara tersebut melonjak hingga kisaran 400 persen sejak mulai beroperasi.

Kendati demikian, pemerintah tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian. Angka fantastis tersebut masih berstatus sebagai indikator awal yang wajib melalui serangkaian proses audit dan verifikasi ketat sebelum dinyatakan final.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Presiden Prabowo saat menghadiri peluncuran buku “10 Karya Nyata untuk Bangsa: Setengah Abad Bahlil Lahadalia” di Jakarta.

Di hadapan para undangan, Kepala Negara memandang lonjakan tersebut sebagai sinyal positif atas efektivitas strategi konsolidasi aset negara.

“Saya menerima laporan bahwa pendapatan dan laba Danantara telah meningkat sekitar 400 persen. Kita harus terus melakukan audit dan pengecekan,” ujar Presiden Prabowo.

Lebih lanjut, Presiden menegaskan bahwa seandainya angka riil hasil audit nantinya berada di bawah kisaran tersebut, baik di level 300 persen maupun 200 persen, lonjakan kinerja dalam kurun waktu satu tahun kerja tetap merefleksikan pertumbuhan yang luar biasa masif.

Pemerintah memandang pentingnya transparansi penuh sebelum laporan keuangan ini dirilis ke publik.

Kepatuhan terhadap standar akuntabilitas dan tata kelola yang baik (good corporate governance) menjadi harga mati mengingat skala aset yang dikelola melibatkan jejaring Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Dari kacamata makroekonomi, akselerasi pendapatan Danantara diyakini mampu memperkuat kapasitas pembiayaan strategis nasional.

Dengan likuiditas investasi yang semakin kuat, pemerintah memiliki keleluasaan lebih besar untuk mendanai proyek infrastruktur, percepatan hilirisasi industri, program transisi energi, hingga ketahanan pangan tanpa harus sepenuhnya bergantung pada beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Model pembiayaan mandiri ini dinilai sejalan dengan pola yang diterapkan oleh sovereign wealth fund utama di tingkat global.

Di sisi lain, Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, sebelumnya sempat menjelaskan bahwa penyusunan laporan keuangan konsolidasi untuk tahun fiskal 2025 membutuhkan kompleksitas tinggi.

Proses konsolidasi harus merangkum lebih dari 1.000 entitas di dalam ekosistem Danantara, termasuk melakukan eliminasi transaksi internal guna menghindari duplikasi pencatatan.

Hingga laporan resmi dan hasil audit independen dipublikasikan, para pelaku pasar dan investor global masih menempatkan klaim pertumbuhan 400 persen ini sebagai momentum awal.

Jika hasil audit nantinya tuntas dan terkonfirmasi, Danantara diproyeksikan semakin kokoh berdiri sebagai instrumen jangkar utama pemerintah dalam mengerek roda investasi dan pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan.

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version