TintaOtentik.Co – Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Pilar Saga Ichsan meminta para pegawai Pemerintah Kota (Pemkot) untuk tidak mengendurkan kinerja selama bulan Ramadan.
Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diharapkan memperketat pengawasan dan pengendalian (wasdal), serta memastikan pelayanan publik tetap optimal.
Menurut Pilar, evaluasi lintas OPD rutin dilakukan setiap dua pekan hingga satu bulan sekali. Forum tersebut menjadi ruang untuk membedah berbagai laporan masyarakat dan memastikan seluruh aduan segera ditindaklanjuti.
“Biasanya dua minggu sekali atau sebulan sekali kita lakukan evaluasi bersama seluruh OPD supaya bisa langsung kita tindak lanjuti,” ujarnya, dikutip Rabu, (4/3/2026).
Ia mengungkapkan, sejumlah ajuan warga terkait perbaikan infrastruktur lingkungan, seperti jalan rusak hingga penerangan jalan umum (PJU) mati, menjadi perhatian utama. Semua laporan diklasifikasikan berdasarkan skala prioritas dan sumber pembiayaan, baik melalui anggaran murni maupun anggaran perbaikan.
Tak hanya itu, Pilar juga memberi catatan khusus kepada dinas teknis seperti pengelola pasar dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Penertiban baliho, billboard, serta bangunan yang belum berizin diminta untuk terus dilanjutkan.
“Kemarin sudah bagus terkait baliho, billboard ataupun bangunan-bangunan yang belum berizin. Itu harus dilanjutkan supaya semuanya berjalan dengan baik. Walaupun bulan puasa, jangan kendor. Kinerja harus lebih meningkat lagi,” tegasnya.
Ia mencontohkan, langkah penataan serupa yang juga dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dan berharap Tangsel dapat terus mendorong konsistensi pengawasan di lapangan. Dalam sistem wasdal, Pemkot secara berkala menghimpun laporan warga, termasuk melalui kanal pengaduan daring.
Pilar menyebut, dalam setahun jumlah laporan bisa mencapai sekitar 6.000 aduan.
“Dari laporan warga itu kita lihat mana yang sudah ditindaklanjuti, mana yang sedang diproses. Alhamdulillah semuanya sudah masuk penindaklanjutan. Tidak ada yang dibiarkan,” katanya.
Isu strategis seperti pengawasan bangunan dan penataan wilayah, lanjut Pilar, menjadi fokus karena berdampak langsung terhadap ketertiban dan keselamatan masyarakat. Evaluasi juga mencakup kejadian-kejadian aktual, seperti pohon tumbang akibat cuaca ekstrem, saluran air mampet, hingga lampu PJU mati.
Selain program tahunan seperti bedah rumah, kesehatan, dan pendidikan, Pilar menekankan pentingnya respons cepat terhadap persoalan harian yang dilaporkan warga.Ia pun mendorong jajaran kewilayahan, mulai dari camat hingga lurah, untuk aktif turun ke lapangan setiap hari guna melakukan pengecekan langsung.
“Kalau ada lampu mati, jalan berlubang, harus segera dilaporkan dan ditindaklanjuti. Walaupun itu kewenangan provinsi atau nasional, kita tetap wajib melaporkan. Semua pengguna jalan dan masyarakat Tangsel adalah tanggung jawab moral kita bersama,” tandasnya.
Laporan: iwanpose
