TintaOtentik.co – Perombakan terjadi Badan Gizi Nasional (BGN) dalam kurun waktu 48 jam. Hanya selang sehari usai merombak total jajaran pejabat eselon I, termasuk menggeser tiga purnawirawan TNI dari posisi kunci, Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang mengumumkan pengunduran dirinya.
Estafet kepemimpinan lembaga pengelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tersebut bergerak cepat.
Pada Rabu (22/7/2026) sore, Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Sudaryono sebagai Kepala BGN baru berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 78B Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Badan Gizi Nasional.
Pembersihan Internal BGN, Birokrat Sipil Ambil Alih
Sinyal rekoordinasi BGN sejatinya sudah menguat sejak Selasa (21/7/2026) saat pelantikan lima pejabat tinggi madya digelar.
Dalam perombakan tersebut, tiga jenderal purnawirawan TNI yang semula memegang kendali pos strategis resmi digantikan oleh figur berlatar belakang birokrasi sipil.
Tiga perwira tinggi yang terdepak dari jabatannya adalah Letjen TNI (Purn) Dadang Hendrayudha (mantan Deputi Pemantauan dan Pengawasan), Brigjen TNI (Purn) Sarwono (mantan Sekretaris Utama), serta Brigjen TNI (Purn) Suardi Samiran (mantan Deputi Penyediaan dan Penyaluran).
Posisi vital tersebut kini diisi oleh para profesional dari kementerian/lembaga teknis. Lili Khamiliyah dipercaya menjabat Sekretaris Utama, sementara Zainuri (eks Kabiro Keuangan BPKP) mengemban tugas Deputi Penyediaan dan Penyaluran.
Adapun mantan Kapuspenkum Kejaksaan Agung, Ketut Sumedana, ditunjuk menduduki kursi Deputi Pemantauan dan Pengawasan.
Selain itu, struktur BGN diperkuat dr. Prima Yosephine Berliana Tumiur Hutapea sebagai Deputi Sistem dan Tata Kelola, serta Mariman Darto sebagai Deputi Promosi dan Kerja Sama.
Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, menegaskan bahwa perombakan kabinet internal ini merupakan kebutuhan mendesak untuk membenahi efektivitas program prioritas MBG.
“Memang kami membutuhkan tim untuk bersama-sama memperbaiki BGN, memperbaiki Program Makan Bergizi Gratis,” ujar Agustina usai acara pelantikan.
Ia menambahkan, penunjukan para pejabat anyar tersebut murni merupakan hak prerogatif yang ditetapkan langsung oleh Kepala Negara.
Tepat 24 jam setelah restrukturisasi pejabat eselon I diumumkan, Nanik Deyang mengejutkan publik dengan mengunggah pernyataan pengunduran dirinya melalui akun media sosial pribadi. Nanik menyebutkan bahwa persoalan kesehatan menjadi alasan utama di balik keputusannya melepas jabatan.
“Dengan berat hati akhirnya saya pamit kepada Bapak Presiden untuk melakukan pengobatan di luar negeri untuk jantung saya. Ini bukan karena tidak percaya dokter yang hebat di Indonesia, tetapi untuk second opinion,” tulis Nanik.
Meski menyetujui pengunduran diri tersebut, Nanik membeberkan bahwa Presiden Prabowo masih memintanya untuk tetap mengawasi BGN, bahkan membuka wacana pembentukan Dewan Pengawas BGN.
Kini, dengan dilantiknya Sudaryono sebagai Kepala BGN yang baru, publik menantikan arah kebijakan serta pembenahan tata kelola lembaga yang menyerap anggaran besar demi melayani puluhan juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.
