Prabowo Tak Pandang Bulu! Ringkus 4 Oknum TNI Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS

0

TintaOtentik.co – Komitmen pemerintah dalam menegakkan hukum tanpa pandang bulu kembali dibuktikan. Kasus penyiraman air keras yang menimpa Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, menemui titik terang setelah Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI berhasil meringkus empat oknum prajurit yang diduga kuat menjadi otak di balik aksi keji tersebut.

Langkah cepat ini dinilai sebagai pesan kuat dari kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto bahwa tidak ada ruang bagi kesewenang-wenangan, sekalipun pelakunya berasal dari korps bersenjata.

Komandan Puspom TNI, Mayjen Yusri Nuryanto, mengonfirmasi bahwa penangkapan dilakukan pada Rabu (18/3) pagi. Keempat tersangka tersebut memiliki latar belakang pangkat yang bervariasi, mulai dari perwira pertama hingga bintara.

“Tadi pagi saya menerima empat orang yang diduga tersangka melakukan kegiatan penganiayaan terhadap saudara Andrie Yunus,” kata Yusri dalam konferensi pers di Mabes TNI, Jakarta.

Identitas para tersangka yang kini tengah menjalani pemeriksaan intensif adalah Kapten NDP, Lettu SL, Lettu BHW, dan Serda ES. Diketahui, mereka merupakan personel yang berdinas di Detasemen Markas Badan Intelijen Strategis (Denma BAIS TNI), dengan latar belakang matra Angkatan Laut dan Angkatan Udara.

Saat ini, keempat oknum tersebut telah dijebloskan ke sel tahanan Pomdam Jaya. Pihak TNI menegaskan bahwa proses investigasi tidak akan berhenti pada penangkapan saja, melainkan akan dikawal hingga meja hijau.

“Ini sekarang yang diduga empat tersangka sudah kita amankan di Puspom TNI untuk dilakukan pendalaman ke tingkat penyidikan,” jelas Yusri. Meski tersangka sudah diamankan, TNI mengaku masih menggali informasi lebih dalam mengenai motif utama yang mendasari serangan tersebut. “Jadi kita masih mendalami motifnya,” tambahnya.

Atas perbuatan mereka, para pelaku terancam hukuman berat berdasarkan Pasal 467 KUHP (UU No. 1 Tahun 2023) dengan ancaman kurungan penjara hingga tujuh tahun. Puspom TNI juga tengah berkoordinasi dengan RSCM untuk hasil visum et repertum sebagai bukti kuat di persidangan nanti.

Tak hanya di lingkup militer, koordinasi lintas institusi juga membuahkan hasil di sisi sipil. Polda Metro Jaya berhasil mengidentifikasi dua sosok eksekutor lapangan berinisial BHC dan MAK.

Keduanya diketahui beraksi menggunakan sepeda motor, di mana salah satu pelaku terekam mengenakan kemeja batik biru saat melancarkan aksinya.

Mayjen Yusri menjamin bahwa seluruh proses hukum akan berjalan secara profesional dan transparan guna memenuhi ekspektasi keadilan masyarakat.

“Kita akan bekerja semaksimal mungkin dengan harapan agar proses penyelidikan ini dapat kita lakukan secepatnya, secara profesional kemudian kita serahkan ke penuntut dalam hal ini visum et repertum untuk melakukan persidangan,” tutupnya sembari menegaskan bahwa sidang akan digelar secara terbuka untuk umum.

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version