PTPN I Selesaikan Kasus Kakek Mujiran Ambil Sisa Getah dengan Restorative Justice

0

TintaOtentik.Co – Kasus dugaan pencurian sisa getah karet di Kebun Bergen PTPN I (Persero) Regional 7 yang menjerat Kakek Mujiran resmi dihentikan.

Pria lansia yang sempat ditahan tersebut kini telah kembali ke rumahnya setelah pihak manajemen sepakat menyelesaikan perkara melalui mekanisme keadilan restoratif (restorative justice).

Saat kembali berkumpul bersama keluarganya, Kakek Mujiran menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan moral serta membantu proses penyelesaian perkaranya selama bergulir di ranah hukum.

Direktur Utama PTPN I, Teddy Yunima Danas, mengonfirmasi bahwa manajemen telah membebaskan Mujiran dari segala tuntutan hukum. Keputusan proaktif ini diambil setelah mempertimbangkan aspek humanis serta kondisi riil sosial ekonomi di lapangan.

“Alhamdulillah, per hari ini Pak Mujiran telah dapat dibebaskan dari segala tuntutan hukum,” kata Teddy, dikutip Selasa (26/5/2026).

Teddy menjelaskan, penyelesaian perkara secara kekeluargaan ini juga sejalan dengan arah kebijakan strategis pemerintah melalui Badan Pengelola (BP) BUMN dan Danantara.

“Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, sebelumnya telah menginstruksikan agar BUMN hadir sebagai solusi untuk mengayomi dan membantu permasalahan ekonomi sosial yang dialami oleh masyarakat,” ujarnya.

Sekretaris Perusahaan PTPN I, Aris Handoyo, menambahkan bahwa arahan dari Kepala BP BUMN dan Danantara menjadi komitmen nyata bahwa operasional BUMN harus berjalan beriringan dengan kepentingan masyarakat.

Menurutnya, penyelesaian masalah perlu mengedepankan aspek kemanusiaan tanpa mengabaikan kepatuhan pada hukum.

“PTPN I mengedepankan pendekatan yang bersifat persuasif dan preventif dalam memitigasi risiko masalah serupa di masa mendatang, agar menjaga hubungan yang harmonis antara perusahaan, tokoh masyarakat dan masyarakat sekitar,” pungkas Aris.

Melalui penyelesaian ini, pihak PTPN I berharap komunikasi dan hubungan kerja sama antara perusahaan dengan warga di sekitar wilayah perkebunan dapat terjalin lebih baik guna mencegah terjadinya konflik sosial di masa depan.

Laporan: Tim

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version