TintaOtentik.Co – Wacana pengalihan Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) Pemerintah Kota Tangerang Selatan dari Bank BJB ke Bank Banten dinilai sebagai langkah yang tidak hanya ideal secara identitas, tetapi juga rasional secara kebijakan.
Dukungan ini mencuat dari kalangan legislatif di Gedung DPRD Tangsel, yang menekankan pentingnya kesiapan infrastruktur dan semangat kedaulatan ekonomi daerah.
Ketua Komisi III DPRD Kota Tangsel, Mulyana Anwar, menyatakan bahwa keputusan akhir mengenai pemindahan RKUD tersebut sepenuhnya berada di tangan Pemerintah Kota Tangerang Selatan.
Namun, ia melihat adanya kecenderungan kuat bahwa Pemkot tengah melakukan kajian mendalam terkait langkah strategis ini.
Politisi Gerindra tersebut menilai, jika daerah-daerah lain di wilayah Banten sudah mulai melakukan migrasi kas daerah, maka Tangerang Selatan secara otomatis perlu menyesuaikan diri.
“Kalau memang semua (daerah, red) sudah pindah RKUD, mau tidak mau harus ikut,” ujar Mulyana Anwar yang juga politisi kader Gerindra Tangsel.
Kendati demikian, Mulyana memberikan catatan kritis agar pemindahan tersebut tidak terburu-buru sebelum fasilitas pendukung benar-benar mapan. Ia mengingatkan agar transisi ini tidak sampai mengorbankan pelayanan publik bagi warga Tangsel.
“Bagaimana sistemnya, apakah sistem sudah siap. Jangan sampai kalau sudah siap warga juga dirugikan ketika harus berurusan dengan bank daerah,” tegasnya.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Ketua DPRD Kota Tangsel, H. M. Yusuf, Lc, memberikan dukungan dengan penekanan pada aspek filosofis dan keberpihakan pada aset daerah.
Menurutnya, sebagai bagian dari Provinsi Banten, sudah selayaknya Tangsel mendukung bank milik daerahnya sendiri.
“Tentunya kita mempunyai semangat yang sama, cintai produk-produk asli daerah, ini kan produk daerah kita sendiri ya Bank Banten. Kalau Banten punya Bank sendiri, kenapa kita harus pakai yang lain kan,” kata Yusuf saat ditemui di Gedung DPRD Tangsel, Rabu (6/5/2026).
Kader partai PKS tersebut menambahkan bahwa secara historis dan geografis, keterikatan antara Tangsel dan Bank Banten sangat kuat.
Ia mendorong eksekutif untuk segera menyiapkan mekanisme pergeseran ini secara profesional agar standar layanan yang didapat di Bank BJB bisa diimbangi oleh Bank Banten.
“Secara filosofisnya, Bank Banten sendiri lahir dan berdiri di Banten dan memang untuk Provinsi ini, jadi filosofisnya dapet banget di situ. Cuman ya tadi, ini hanya masalah teknis saja, kami DPRD Tangsel mendorong Pemkot untuk segera menyiapkan mekanismenya,” jelas politisi PKS tersebut.
DPRD Tangsel juga menyoroti potensi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari hasil investasi anggaran yang sebelumnya berada di BJB.
Yusuf meyakini jika Bank Banten siap dengan fasilitas digitalisasi seperti ATM dan aplikasi online banking, maka perpindahan ini akan membawa dampak positif yang signifikan bagi pendapatan kota.
“Harusnya dapat (keuntungan). Contohnya saat ini di Bank BJB, Pemkot Tangsel kan juga menginvestasikan sebagian anggaran dengan harapan menambah untuk penopang PAD Tangsel. Jadi seharusnya perpindahan ke Bank Banten ini karena dari kita, oleh kita, dan untuk kita, seharusnya bisa jauh lebih baik lagi,” pungkas Yusuf.
Laporan: iwan
