Tangsel 17 Tahun, Waka DPRD Banten Yudi Budi Wibowo: Banjir dan Sampah Jadi PR

0

TintaOtentik.Co – Wakil Ketua DPRD Provinsi Banten, Yudi Budi Wibowo, menyatakan, diumur 17 tahun, Kota Tangsel masih mempunyai Pekerjaan Rumah (PR) yang mesti diselesaikan dan mesti sigap dalam menangani permasalahan Kota.

Yudi mengatakan, Tangsel sudah memasuki umur 17 tahun yang pasti kalo usia 17 tahun itu, usia beranjak ke dewasa.

“Usia di 17 tahun, idealnya sudah bisa melakukan sesuatu istilahnya sudah bisa mencoblos dalam pemilu dan lain-lainya,” ujar Yudi, kepada Tintaotentik.co, pasca menghadiri paripurna Hut Tangsel, di DPRD Tangsel, Rabu, (26/7/2025).

Yudi menyampaikan Tangerang selatan dalam perkembangan 17 tahun memang ada beberapa kemajuan-kemajuan dan ada beberapa hal yang masih menjadi pr yang cukup lama belom terselesaikan.

“Satu masalah sampah, kedua banjir, kendati memang ini masalah klasik dari Kota berkembang, dari Kota menjadi maju, itu pasti ada problem di masalah banjir dan sampah,” kata Yudi.

Ia menjelaskan saya berharap sebagai perwakilan masyarakat Tangerang Selatan di Provinsi Banten itu bisa bersama bisa berkolaborasi dan bersinergi.

“Karna masalah banjir dan sampah di Kota Tangsel tidak bisa ditangani oleh Tangsel sendiri. Harus bekerjasama dengan Kota di sekitarnya maupun di Provinsi, tanpa itu semua saya juga belom punya keyakinan itu terselesaikan,” ungkap Yudi.

Yudi katakan, Pak Gubernur sendiri sudah punya kantor perwakilan di Kota Tangsel tepatnya Balai Latihan Kerja Provinsi Banten, Kelurahan Jelupang, Kecamatan Serpong Utara, dan kita berharap itu dapat dimaksimalkan. Sehingga dapat memecahkan masalah-masalah pr yang tadi di sampaikan.

“Dengan adanya kantor Gubernur di Tangsel, Pemkot Tangsel harus bisa lebih sigap dalam menangani permasalahan. Jadi kantor koordinasi itu bisa jadi tempat untuk koordinasi secara intensif antara Kota-kota di sekitar Tangsel,” tutur Yudi.

Misalnya, lanjut Yudi, di Kota Tangerang, di Kabupaten Tangerang, karna permasalahan sampah saja, Pemerintah tingkat nasional juga sempat memutuskan bahwa itu akan di bangun PSEL di Kabupaten Tangerang, tentunya pasti ada imbas-imbas yang lain.

“Kemudian banjir juga sama kalo Tangerang Selatan coba untuk menormalisasikan kali setelah kali tangsel normal ternyata banjirnya ke Kota Tangerang. Nah itu kan pr juga. Jadi memang harus ada koordinasi intensif, tidak perlu menunggu terjadinya bencana banjir atau bencana lainnya, tetapi harus punya inisiatif untuk berkoordinasi,” pungkas Yudi.

Laporan: iwanpose

Share.
Leave A Reply

casibom marsbahis - marsbahis giriş casibom
Exit mobile version