Tingkatkan Partisipasi Pemilih Pemula, KPU Tangsel Gelar Sekolah Jawara Demokrasi

0

TintaOtentik.Co – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menggelar program Sekolah Jawara Demokrasi 2026 yang menyasar kalangan pelajar sebagai pemilih pemula.

Kegiatan tersebut digelar di bilangan Serpong Alam Sutera, Selasa (21/4/2026), yang diikuti ratusan siswa dari 38 sekolah negeri dan swasta, serta didampingi guru.

Para pelajar digembleng untuk memahami proses demokrasi sekaligus menjadi agen peningkatan partisipasi pemilu di lingkungan masing-masing.

Ketua KPU Kota Tangsel M. Taufiq MZ mengatakan, program Sekolah Jawara Demokrasi merupakan bagian dari strategi nasional dalam meningkatkan partisipasi pemilih pemula.

“Program ini sebelumnya menjadi pilot project KPU RI bersama Bappenas pada 2025. Di Tangsel, kegiatan ini kami lanjutkan sebagai upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kesadaran demokrasi,” ujarnya.

Taufiq menjelaskan, peserta tidak hanya mendapatkan materi teori, tetapi juga praktik langsung proses demokrasi. Selama tiga hari, siswa mengikuti simulasi mulai dari pembentukan koalisi partai politik, debat kandidat, hingga proses pemungutan suara.

“Bahkan ada yang kami simulasikan sebagai petugas TPS, sehingga mereka benar-benar memahami tahapan pemilu secara menyeluruh,” terang Taufiq.

Ia menyampaikan, jumlah peserta tahun ini meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya melibatkan sekitar 18 sekolah. Para alumni program sebelumnya pun kini telah berperan sebagai duta demokrasi di sekolah masing-masing.

“Mereka menjadi perpanjangan tangan KPU di sekolah. Teman-temannya bisa bertanya langsung soal kepemiluan tanpa rasa sungkan,” katanya.

Untuk memperkuat dampak program, KPU juga melibatkan guru pendamping agar edukasi demokrasi dapat terus berlanjut di lingkungan sekolah.

Kemudian, Taufiq katakan sekitar 58 persen Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Tangsel berasal dari kalangan pemilih pemula. Karena itu, edukasi yang berkelanjutan dinilai menjadi kunci utama dalam meningkatkan partisipasi pemilu.

“Ini bukan hanya sosialisasi saat tahapan pemilu, tetapi membangun kesadaran sejak jauh hari sebelum pemungutan suara,” ujarnya.

Ke depan, KPU Tangsel akan melakukan evaluasi rutin dengan melibatkan para duta demokrasi guna mengidentifikasi berbagai kendala di lapangan.

“Hasil evaluasi akan kami serahkan ke Litbang KPU untuk dikaji lebih lanjut. Ini bisa menjadi bahan evaluasi secara nasional terkait faktor-faktor yang memengaruhi tingkat partisipasi pemilih,” pungkasnya.

Laporan: fan

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version