Trayek Poncok Cabe-Alam Sutera Segera Diuji Coba, Tarif Mulai Rp20 Ribu

0

TintaOtentik.Co – Rencana pembukaan rute angkutan umum baru yang menghubungkan wilayah Pondok Cabe hingga Alam Sutera kini memasuki tahap persiapan uji coba (trial).

Rute angkutan ini disiapkan untuk memperluas aksesibilitas dan kemudahan mobilitas warga di kawasan Tangerang Selatan.

Direktur Utama Jempol Trans, Jimi Wijaya, menyampaikan bahwa gagasan pembukaan trayek baru ini berangkat dari tingginya kebutuhan transportasi warga lokal yang melintasi antarkawasan di Tangsel.

Hal tersebut disampaikan Jimi usai menghadiri audiensi dengan Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, ditemani dengan Kepala Dinas Perhubungan, Ayep Jajat Sudrajat, di Puspemkot, Rabu (20/8).

“Karena kan dari penumpang juga banyak dari untuk feeder-feeder wargalah,” ujar Jimi usai melakukan audiensi, Rabu (20/8).

Pada uji coba tahap awal, pihak pengelola rencananya akan mengoperasikan 2 hingga 3 armada kendaraan tipe Toyota Hiace.

Menurut Jimi, langkah ini diambil guna melihat besarnya animo dan respons masyarakat sebelum menentukan skema operasional secara permanen dalam jangka panjang.

“Saya pakai 2 sampai 3 Hiace dulu. Kan masih trial. Kan belum tahu kan masyarakat seperti apa kan untuk peminatnya. Masih sedikit-sedikit dulu. Coba dulu,” jelasnya.

Jimi menuturkan, masa uji coba rute baru ini diproyeksikan akan berlangsung selama dua hingga tiga bulan.

Sedangkan, mengenai biaya operasional, pihak penyedia armada menjalankan proyek ini secara mandiri tanpa sokongan subsidi dari APBD Kota Tangsel sehingga keberlangsungan trayek sangat bergantung pada tingkat keterisian penumpang harian.

“Kita lihat nanti. Maksudnya, harga yang akan saya lempar ke masyarakat ya, seperti apa sih responnya kan,” ucap Jimi.

Jimi membeberkan, keterisian armada ditargetkan mencapai 200 hingga 300 penumpang per hari agar sanggup menutup Biaya Operasional Perusahaan (BOP).

Jika dalam masa uji coba angka keterisian berada jauh di bawah target, pihaknya membuka kemungkinan untuk mengevaluasi atau menarik armada secara bertahap.

“Kalau saya inginnya peminat sampai dengan sehari 200 orang, 300 orang, mungkin masuk. Kalau cuma 100 orang, ya saya kan enggak menutup BOP, biaya operasional saya. Ya saya pelan-pelan ya mundur lah,” terangnya.

Untuk gambaran tarif, layanan shuttle Pondok Cabe–Alam Sutera ini diperkirakan berada di kisaran Rp20.000 hingga Rp25.000 per penumpang.

Meski demikian, Jimi memastikan penetapan harga final masih akan didiskusikan lebih lanjut mengikuti perkembangan hasil uji coba di lapangan.

“Tapi, enggak tahu nanti kan. Kan ya kita perlu diskusi lah,” ucapnya.

Terkait teknis pelaksanaan dan titik pemberhentian, pihak pengelola saat ini tengah berkoordinasi intensif dengan Dinas Perhubungan untuk perizinan, pemetaan rute, serta penyiapan titik halte.

Koordinasi dan sosialisasi juga dilakukan bersama para pelaku angkutan lokal sekitar demi menjaga kelancaran operasional serta meminimalkan potensi konflik trayek di lapangan.

“Saya mempersiapkan unitnya, dari Dinas Perhubungan halte-haltenya. Halte-haltenya lagi disiapkan sama mereka,” pungkasnya.

Laporan: fan

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version