Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
logo-tintaotentik
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • NASIONAL

    Sisir Peredaran Miras, Satpol PP Tangsel Amankan 7.575 Botol?

    9 September 2026 No Comments

    Rugiin Negara Rp200 Miliar, KPK Periksa 38 Saksi Dugaan Korupsi Bansos Beras 2020

    9 September 2026 No Comments

    Pemerintah Klaim Sudah Realisasikan KUR Rp208 Triliun Akhir Agustus 2026

    9 September 2026 No Comments

    Warga Berusia 17 Tahun Akan Dibuatkan Rekening Plus Saldo Rp50 Ribu dari APBN

    9 September 2026 No Comments

    Menteri PKP Wanti-wanti Kepala Daerah Ubah Tata Ruang Diluar Ketentuan Bakal Dipidana

    9 September 2026 No Comments
  • SEMUA
    • Artis Dan Entertainment
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Hukum
    • Nasional
    • Olahraga
    • Opini
    • Politik
    • Regional
    • Sosial Budaya
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • SEMUA
    • ARTIS DAN ENTERTAINMENT
    • EKONOMI
    • HIBURAN
    • HUKUM
    • NASIONAL
    • OLAHRAGA
    • REGIONAL
    • POLITIK
    • OPINI
    • SOSIAL BUDAYA
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • Artis Dan Entertainment
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Hukum
  • Interior
  • Internasional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Sosial Budaya
Home»Olahraga»Diluar Kekalahan Kontroversial Indonesia Atas Guinea U-23, Netizen Lakukan Hal Yang Memalukan

Diluar Kekalahan Kontroversial Indonesia Atas Guinea U-23, Netizen Lakukan Hal Yang Memalukan

0
By Irfan Kurniawan on 10 May 2024 Olahraga

TintaOtentik.co – Timnas Indonesia U-23 harus bertekuk lutut dihadapan Timnas Guinea U-23 pada play-off Olimpiade Paris 2024. Namun, kekalahan ini menimbulkan fenomena yang tidak baik dari Netizen Indonesia.

Terlihat, Netizen Indonesia merespons kekalahan tersebut dengan cara yang memalukan, yakni bersikap rasis kepada Guinea.

Timnas Indonesia U-23 gagal mengulang pencapaian 68 tahun yang lalu. Ambisi lolos ke Olimpiade Paris 2024 pupus di tangan Guinea U-23 usai kalah 0-1 pada babak play-off yang berlangsung di Clairefontaine, Paris, Kamis (9/5/2024) malam.

Menghadapi tim yang mayoritas pemainnya bermain di Eropa, tak membuat anak asuh pelatih Shin Tae-yong gentar. Dalam pertandingan, Tim Garuda Muda tak hanya mampu mengimbangi secara permainan, tetapi mampu membuat serangan-serangan berbahaya.

Sayangnya, sebuah serangan balik cepat Guinea dihentikan Witan Sulaeman di kotak terlarang. Walau sedikit kontroversial, eksekusi Ilaix Moriba pada akhirnya merobek gawang Timnas Indonesia U-23, Ernando Ari, 1-0.

Indonesia juga nyaris kebobolan dengan cara serupa di babak kedua. Serangan balik cepat Guinea dihentikan Alfeandra Dewangga di kotak penalti dan wasit langsung menunjuk titik putih.

Beruntung, Ernando Ari kali ini mampu menghentikan tembakan 12 pas tersebut. Namun, sampai akhir pertandingan, Timnas Indonesia U-23 gagal memanfaatkan momentum yang didapat usai penyelamatan krusial tersebut. Sampai selesai pertandingan, skor tak berubah, Indonesia U-23 kalah 0-1 dari Guinea U-23.

Keputusan wasit dianggap kontroversial, penalti yang diberikan kepada Guinea U-23 dilihat tak wajar. Karena pelanggaran yang dilakukan Witan Sulaeman kepada Algassime Bah terlihat masih ada di luar kotak penalti. Lalu, sliding tackle yang dilakukan oleh Dewangga juga dianggap bersih oleh beberapa kalangan.

Namun, terlepas keputusan wasit yang kontroversial, kekecewaan netizen Indonesia malah diluapkan dengan cara yang memalukan. Mereka membanjiri kolom komentar Instagram Federasi Sepakbola Guinea dengan pesan rasisme.

Selepas laga, hal tak terpuji pun terlihat di akun media sosial resmi Federasi Sepak Bola Guinea, @feguifootofficiel.

Fenomena ini bahkan mendapat perhatian dari media olahraga Guinea seperti @joueurs_gm yang menyoroti perilaku rasis suporter Indonesia.

“Apa pun yang Anda lakukan, kami berada di Olimpiade. Bukan komentar rasis yang akan membawa Anda ke sana. Sejak pertandingan berakhir, orang-orang Indonesia telah datang ke pos kami dengan pos rasis. Sekali lagi, kekuatan bagi mereka yang menderita hal-hal seperti itu,” tulis akun @joueurs_gn.

Media tersebut juga mendapat serangan komentar rasis dari netizen Indonesia pasca pertandingan playoff Olimpiade 2024 Paris.

Mereka sampai merilis pernyataan resmi untuk menangkal banjir komentar rasis di akun mereka.

“Dalam menghadapi banjir besar hinaan rasis dan emoji monyet dari pendukung Indonesia, JGN harus menonaktifkan komentar di halaman Instagram. Rasisme semakin mengambil tempat dalam sepak bola yang merupakan olahraga yang seharusnya menyatukan kita, kita tidak akan berhenti melawannya! KATAKAN TIDAK UNTUK RASISME!” tulis @joueurs_gn.

Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Mahendra Sinulingga, mengatakan para pemain dan tim kepelatihan Shin Tae-yong pun telah berbesar hati menerima kekalahan. Arya mengatakan para suporter pun harus mampu menerima kekalahan tersebut.

“Para pemain pulang dengan kepala tegak dan legawa menerima kekalahan. Jadi, kita berharap para suporter pun melakukan hal yang sama,” ujar Anggota Komite Eksekutif PSSI, Arya Sinulingga, dikutip dari laman resmi PSSI.

Arya menilai, sikap rasisme bukanlah cerminan dari suporter sepakbola. Hal ini tidak boleh terus belanjut karena sama saja menodai kerja keras pemain.

“Jangan menodai perjuangan tim U-23 Indonesia dengan ujaran rasis kepada para pemain lawan,” ucap Arya.

“Mimpi anak-anak muda ini masih panjang, tolong jangan dicederai dengan aksi rasis yang sangat merugikan dan memalukan. Kita fokus mendukung timnas ke depan,” terangnya.

Football Guinea u23 Sepakbola Timnas Timnas Indonesia Timnas Indonesia u23
Share. Facebook Twitter WhatsApp Email Copy Link
Previous ArticleNyalakan Seribu Lilin, Buruh Tangerang Gelar Aksi di Puspemkot Tangerang
Next Article Apriyani Rahayu Terancam Tak Bisa Ikut Olimpiade Paris 2024
Irfan Kurniawan

Related Posts

KONI Tangsel Berkomitmen Jaga Akuntabilitas Pengelolaan Dana Publik

3 September 2026

Diduga Ada Kekeliruan Administrasi, Anggaran Operasional KONI Tangsel Disorot Aparat Penegak Hukum?

1 September 2026

Finalisasi Venue Porprov Banten, Pemkot Tangsel: Insya Allah Sudah Mengerucut

3 August 2026

Miris! Atlet Bela Indonesia di Swedia Gagal Masuk SMA Negeri di Tangsel

22 July 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Social Media
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Baca Juga
Gaya Hidup

Sisir Peredaran Miras, Satpol PP Tangsel Amankan 7.575 Botol?

By tintaotentik.co9 September 20260

TintaOtentik.Co – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) kembali melakukan operasi…

 

Rugiin Negara Rp200 Miliar, KPK Periksa 38 Saksi Dugaan Korupsi Bansos Beras 2020

9 September 2026

Pemerintah Klaim Sudah Realisasikan KUR Rp208 Triliun Akhir Agustus 2026

9 September 2026

Warga Berusia 17 Tahun Akan Dibuatkan Rekening Plus Saldo Rp50 Ribu dari APBN

9 September 2026
logo-tintaotentik
Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • KONTAK KAMI

Copyright @ 2024 Tintaotentik. All right reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.