Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
logo-tintaotentik
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • NASIONAL

    Hadapi Era AI, Pemkot Tangsel Minta ASN Tetap Perhatikan Regulasi yang Berlaku

    15 June 2026 No Comments

    PSEL Tangsel Dianggarkan Rp40 Miliar Tahap Awal, Target 2028 Beroperasional

    15 June 2026 No Comments

    Indonesia-Jerman Bangun Kerjasama Rantai Pasok Mineral

    15 June 2026 No Comments

    Prabowo Bakal Perbaiki 71 Ribu Sekolah, Serap 1,1 Juta Tenaga Kerja

    15 June 2026 No Comments

    Rupiah Merangkak Naik Rp17.663 per Dolar AS

    15 June 2026 No Comments
  • SEMUA
    • Artis Dan Entertainment
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Hukum
    • Nasional
    • Olahraga
    • Opini
    • Politik
    • Regional
    • Sosial Budaya
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • SEMUA
    • ARTIS DAN ENTERTAINMENT
    • EKONOMI
    • HIBURAN
    • HUKUM
    • NASIONAL
    • OLAHRAGA
    • REGIONAL
    • POLITIK
    • OPINI
    • SOSIAL BUDAYA
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • Artis Dan Entertainment
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Hukum
  • Interior
  • Internasional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Sosial Budaya
Beranda » Ekonomi

Baju Muslim Indonesia Masih Impor China, Menkeu Purbaya: Mengancam Industri Dalam Negeri

0
By Sulis on 9 October 2025 Ekonomi, Nasional, Politik

TintaOtentik.Co – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan prihatin usai mengetahui mayoritas busana muslim yang beredar di pasar Indonesia berasal dari China.

Awalnya, Purbaya sempat kagum dengan kualitas dan rancangan busana muslim karya desainer lokal yang pernah dia lihat dalam ajang fashion show yang didukung oleh Bank Indonesia (BI).

Namun, kekaguman itu berubah menjadi keheranan setelah dia mengetahui bahwa hampir seluruh produk busana muslim di pasar dalam negeri justru dikuasai oleh impor.

“Di pasar kan katanya, saya pernah ikut tuh fashion show yang didukung oleh bank sentral BI waktu itu. Terus busana muslim, bagus-bagus. Wah, saya juga kagum. Tapi enggak lama saya dengar 99 persen busana muslim di sini dikuasailah produk-produk China. Kan jadi lucu,” kata Purbaya di Jakarta, Selasa (7/10/2025).

Dia menilai, kondisi ini menunjukkan masih adanya distorsi di pasar yang harus segera dibenahi agar industri tekstil dan garmen nasional bisa kembali bersaing.

“Yang penting distorsi ke pasar hilang. Jadi barang-barang di depan tuh enggak ada lagi. Saya akan nanti lihat industri tekstil, di sini, di pasar,” tuturnya.

Menurut Purbaya, dominasi produk impor tidak hanya mengancam industri dalam negeri, tetapi juga menghambat pertumbuhan ekonomi lokal, terutama sektor UMKM tekstil dan garmen.

Dia menegaskan, pemerintah akan menindak tegas praktik impor ilegal yang merugikan produsen dalam negeri.

“Tapi yang ilegal-ilegal itu saya akan beresin. Supaya industri tekstil lokal maju, garmen lokal maju, baju-baju gini mereka maju, kita maju. Jadi saya nggak akan ngasih pasar kita ke negara lain tanpa perlawanan,” tuturnya.

Purbaya menuturkan, langkah pengawasan terhadap barang impor, terutama dari China, akan diperketat. Pemerintah berkomitmen menata kembali sistem perdagangan agar lebih adil bagi pelaku usaha lokal.

“Kalau persaingan rumah mungkin saya nggak bisa apa-apa. Tapi yang ilegal-ilegal itu harus diberesin. Kita harus optimalkan industri dalam negeri dulu,” kata dia.

Sebagai informasi, pakaian impor asal China memang telah membanjiri sejumlah pusat grosir di Indonesia, termasuk Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Berdasarkan laporan berbagai asosiasi perdagangan, produk tekstil impor kerap dijual dengan harga jauh lebih murah karena praktik dumping dan penyelundupan, yang akhirnya membuat produk lokal sulit bersaing.

Purbaya menegaskan, dalam waktu dekat dia akan mengundang para pelaku industri tekstil dan asosiasi seperti Apindo untuk berdialog mencari solusi konkret agar sektor tekstil nasional bisa bangkit kembali.

“Nanti ya, nanti kita panggil depannya sini. Saya harusnya ketemu pengusaha-pengusaha dulu. Apindo juga,” tuturnya.

Laporan: Tim

Baju Muslim Indonesia Masih Impor China Busana Muslim Busana Muslim Indonesia Impor dari China Impor Impor China Industri Tekstil Mengancam Industri Dalam Negeri Menkeu menkeu purbaya purbaya yudhi sadewa TintaOtentik.Co
Share. Facebook Twitter WhatsApp Email Copy Link
Previous ArticleTarget Pendapatan Sentuh 98 Persen, Dinkes Tangsel Anggarkan Biaya PBI Rp145 Miliar
Next Article Cari Solusi Soal Utang Proyek Kereta Cepat, Danantara Bernego dengan China
Sulis

Related Posts

Hadapi Era AI, Pemkot Tangsel Minta ASN Tetap Perhatikan Regulasi yang Berlaku

15 June 2026

PSEL Tangsel Dianggarkan Rp40 Miliar Tahap Awal, Target 2028 Beroperasional

15 June 2026

Indonesia-Jerman Bangun Kerjasama Rantai Pasok Mineral

15 June 2026

Prabowo Bakal Perbaiki 71 Ribu Sekolah, Serap 1,1 Juta Tenaga Kerja

15 June 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Social Media
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Baca Juga
Regional

Hadapi Era AI, Pemkot Tangsel Minta ASN Tetap Perhatikan Regulasi yang Berlaku

By tintaotentik.co15 June 20260

TintaOtentik.Co – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) terus memperkuat kapasitas Aparatur Sipil Negara (ASN)…

 

 

 

PSEL Tangsel Dianggarkan Rp40 Miliar Tahap Awal, Target 2028 Beroperasional

15 June 2026

Indonesia-Jerman Bangun Kerjasama Rantai Pasok Mineral

15 June 2026

Prabowo Bakal Perbaiki 71 Ribu Sekolah, Serap 1,1 Juta Tenaga Kerja

15 June 2026
logo-tintaotentik
Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • KONTAK KAMI

Copyright @ 2024 Tintaotentik. All right reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.